Bangli (Bimas Hindu) Upaya mendukung pemulihan rehabilitan NAPZA terus dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya melalui praktik Yoga Asanas yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli bagi warga binaan di RSJ Manah Shanti Mahottama, Selasa (28/7/2026).
Berbeda dengan pembinaan yang berfokus pada penguatan karakter melalui penyuluhan, kali ini peserta diajak merasakan langsung manfaat latihan yoga sebagai sarana membangun keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan peregangan, Surya Namaskara, rangkaian Yoga Asanas yang mendukung proses detoksifikasi tubuh, kemudian ditutup dengan relaksasi. Seluruh rangkaian dipandu oleh tim Penyuluh Agama Hindu yang terdiri atas I Wayan Sudarma, Ni Wayan Wiraswastini, Ni Nyoman Sutiari, Ni Wayan Seni Asih, dan I Komang Widiana.
Melalui latihan yang dilakukan secara bertahap, para rehabilitan dilatih untuk mengenali kondisi tubuh dan pikirannya sehingga mampu mengelola stres, meningkatkan konsentrasi, serta memperkuat disiplin diri. Pendekatan ini diharapkan menjadi kebiasaan positif yang dapat terus dipraktikkan setelah mereka menyelesaikan masa rehabilitasi.
I Wayan Sudarma menjelaskan bahwa yoga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang membantu proses pemulihan secara menyeluruh.
"Melalui Program Ruang Pulih, kami berupaya menghadirkan layanan pembinaan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan fisik dan mental rehabilitan. Praktik Yoga Asanas menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun pengendalian diri, ketenangan batin, serta semangat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif. Kami berharap bekal yang diperoleh selama rehabilitasi dapat terus dipraktikkan secara mandiri sehingga membantu mencegah kekambuhan dan mempersiapkan rehabilitan kembali ke tengah masyarakat dengan lebih percaya diri," ujarnya.
Sebanyak 25 rehabilitan mengikuti latihan dengan antusias. Di bawah pendampingan penyuluh agama, setiap peserta mengikuti tahapan latihan secara tertib dan penuh semangat. Selain meningkatkan kebugaran, latihan yoga diharapkan menjadi keterampilan hidup yang membantu rehabilitan menjaga kesehatan mental, mengendalikan emosi, serta mengurangi risiko kekambuhan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui berbagai metode pembinaan seperti penyuluhan karakter, penguatan nilai keagamaan, hingga praktik Yoga Asanas, Kementerian Agama Kabupaten Bangli menunjukkan bahwa proses rehabilitasi tidak cukup dilakukan melalui pendekatan medis semata. Penguatan spiritual, mental, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dalam mendukung rehabilitan menjalani kehidupan baru yang lebih produktif dan bermakna.