Yoga sebagai Media Pembinaan, Strategi Penyuluh Hindu Bentuk Generasi Sehat dan Berkarakter

Sebanyak 18 anak mengikuti sesi bimbingan yoga tatap muka di Balai Banjar Desa Adat Sema

Gianyar (BIMAS HINDU) – Di tengah derasnya arus gaya hidup modern, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar mengambil langkah kreatif untuk membentengi karakter anak-anak melalui pendekatan yang unik: yoga. Sebanyak 18 anak mengikuti sesi bimbingan tatap muka di Balai Banjar Desa Adat Sema, Minggu (5/7), yang memadukan kesehatan fisik dengan ketenangan spiritual.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh trio Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, yakni I Wayan Rakta Sasmita, I Kadek Cihna Harta, dan Ni Made Dwi Putri. Mereka berhasil mengubah suasana balai banjar menjadi ruang belajar yang hangat, di mana anak-anak tidak hanya dilatih melakukan gerakan fisik, tetapi juga diajak memahami filosofi keseimbangan tubuh dan pikiran.

Dalam setiap sesi, mulai dari teknik pernapasan hingga gerakan dasar yoga, para penyuluh menyisipkan nilai-nilai ajaran Hindu. Fokus utamanya adalah membangun generasi yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki ketenangan pikiran dan fondasi rohani yang kokoh.

"Kami ingin yoga menjadi gaya hidup yang sehat sekaligus media pembelajaran agama yang menyenangkan. Jika sejak dini mereka terbiasa berpikir tenang dan memiliki spiritualitas yang baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh secara mental," ujar tim penyuluh.

Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari pihak adat. Bandesa Adat Sema, Made Wardana, mengaku terkesan melihat antusiasme anak-anak yang biasanya aktif, kini mampu mengikuti sesi yoga dengan fokus dan ceria.

"Anak-anak terlihat sangat menikmati setiap sesi. Kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk kesehatan tubuh, tetapi sebagai upaya nyata dalam membentuk mental dan spiritual anak-anak kita sejak dini. Kami berharap ini bisa menjadi program berkelanjutan," ungkap Made Wardana.

Melalui pendekatan yang inklusif ini, Kemenag Gianyar terus memperkuat posisi penyuluh agama sebagai pendamping masyarakat. Dengan menjadikan yoga sebagai "bahasa" komunikasi antara nilai-nilai agama dan kehidupan modern, Kemenag Gianyar berkomitmen mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga berkarakter dan berlandaskan Dharma.


Berita Daerah LAINNYA