Jembrana (Humas Hindu)- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama terus mematangkan kesiapan fasilitas pelayanan publik menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H melalui program Rumah Ibadah Ramah Pemudik. Sebagai bentuk pemantauan langsung di lapangan, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Dr. I Ida Made Pidada Manuaba, S.Ag., M.Si., melakukan kunjungan ke sejumlah titik strategis di jalur Bali-Jakarta, khususnya di wilayah Jembrana dan kawasan Pura Goa Lawah, Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan para penyuluh agama Hindu dalam memberikan pelayanan prima bagi para pemudik yang melintasi jalur tersebut (13/03/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dr. Ida Made Pidada Manuaba menyampaikan pesan khusus dari Dirjen Bimas Hindu mengenai pentingnya dedikasi petugas dalam melayani umat dan masyarakat umum yang tengah melakukan perjalanan mudik. Ia menegaskan bahwa para penyuluh agama Hindu di lapangan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan pelayanan.
"Kami telah menginstruksikan seluruh penyuluh di titik-titik ramah pemudik untuk sigap dan ramah dalam menyambut masyarakat. Kehadiran rumah ibadah ini bukan sekadar simbol, tetapi aksi nyata dalam memberikan kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang sedang menempuh perjalanan jauh," ungkap Sesditjen Bimas Hindu di sela-sela kunjungannya.
Kesiapan ini disambut baik oleh para penyuluh agama Hindu di lapangan yang menyatakan komitmen penuhnya dalam mengawal program ini. Perwakilan penyuluh di daerah Jembrana menegaskan bahwa seluruh tim telah melakukan persiapan matang, mulai dari pengaturan jadwal jaga hingga penyediaan fasilitas pendukung di area pura.
"Kami menyadari bahwa arus mudik tahun ini sangat besar, sehingga kami telah membagi tim dalam menjalankan tugas. Tugas kami adalah memastikan setiap pemudik yang singgah merasa diterima dengan hangat dan dapat beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir. Ini adalah bentuk pengabdian nyata kami sebagai penyuluh untuk mendukung kelancaran pergerakan masyarakat," tuturnya.
Program ini merupakan pengejawantahan dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif sekaligus wujud kepedulian umat Hindu dalam menyediakan ruang singgah yang aman dan nyaman. Melalui penyediaan sejumlah rumah ibadah Hindu sebagai titik istirahat, para pemudik diharapkan dapat melepas lelah di lingkungan yang menenangkan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Beliau juga menekankan bahwa koordinasi antarpetugas harus diperketat guna memastikan fasilitas kebersihan dan keamanan tetap terjaga sepanjang waktu.
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah menegaskan bahwa seluruh rumah ibadah di sepanjang jalur mudik harus dipastikan beroperasi secara optimal guna mengakomodasi arus pergerakan masyarakat yang dinamis. Menag menginstruksikan agar pengelola rumah ibadah menyiapkan manajemen petugas yang sigap demi menjaga keamanan dan kenyamanan. Menurut Menag dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (10/3/2026), rumah ibadah lintas agama diharapkan dapat terbuka selama 24 jam karena kedatangan pemudik tidak dapat diprediksi secara pasti. Kehadiran petugas di lokasi menjadi kunci agar rumah ibadah benar-benar menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi para pelintas.
Senada dengan arahan Menteri Agama, Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, mengonfirmasi bahwa terdapat delapan Rumah Ibadah Ramah Pemudik yang telah disiagakan di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Prof. Duija menekankan bahwa inisiatif ini mencerminkan nilai luhur Tat Twam Asi yang mengajarkan bahwa semua manusia pada hakikatnya adalah satu keluarga besar. Meskipun secara geografis banyak pura terletak di wilayah pegunungan atau pedesaan yang jauh dari jalur utama, namun pura yang berada di posisi strategis tetap diupayakan maksimal untuk melayani masyarakat.
Program ini ditegaskan bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik, melainkan sebuah pesan kuat tentang moderasi beragama yang menyentuh aspek kemanusiaan paling mendasar. Dengan kesiapan para penyuluh dan pengelola di lapangan, Direktorat Jenderal Bimas Hindu berkomitmen memastikan bahwa kehadiran institusi keagamaan dapat dirasakan manfaatnya secara universal oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, memperkuat harmoni di tengah momentum mudik lebaran.