Dengan Program “GATI” Bimas Hindu dan BKKBN Ajak Ayah Jadi Teladan Bagi Anak dan Bangsa

Bimbingan Teknis Materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Berbasis Agama Hindu

Denpasar (BIMAS HINDU) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Bimbingan Teknis Materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Berbasis Agama Hindu bagi penyuluh dan tokoh agama Hindu di Provinsi Bali, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, serta para tokoh agama, penyuluh, dan peserta dari berbagai lembaga keagamaan ini diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Candi Narmada sebagai bentuk ungkapan syukur dan penyucian diri sebelum memasuki sesi utama kegiatan.

Direktur Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam membangun bangsa.

“Keluarga merupakan strata pertama dalam membentuk kekuatan Indonesia. Dalam konteks Hindu, penyuluh agama berperan sebagai corong dalam pembangunan keluarga yang berlandaskan dharma,” ujarnya.

“Untuk mencapai keluarga yang sukhinah dan sejahtera, diperlukan empat hal: kerja keras, penghormatan, penghargaan, dan cinta kasih. Inilah nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam setiap rumah tangga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur juga menyinggung tentang pentingnya pemahaman terhadap delapan fungsi keluarga mulai dari fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, reproduksi, perlindungan, pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan.

“Dalam era globalisasi, banyak terjadi pergeseran nilai, di mana orang tua tidak lagi dipandang sebagai perwujudan dewa. Padahal dalam ajaran Hindu, orang tua, terutama ayah, adalah manifestasi dari dewa itu sendiri,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Direktur Urusan Agama Hindu menyampaikan harapan agar pelaksanaan GATI Berbasis Agama Hindu dapat menjadi gerakan nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dan keteladanan di masyarakat.

Beliau berharap agar seluruh pihak:
1.    Memberikan dukungan nyata bagi keberhasilan program GATI.
2.    Menggalang dan meningkatkan dukungan serta partisipasi para pemuka agama.
3.    Melakukan pembekalan bagi tokoh agama, pendharmawacana, penyuluh, guru, siswa, dan penasihat perkawinan.
4.    Meningkatkan intensitas serta frekuensi sosialisasi kepada masyarakat luas.
5.    Terus menjalin kemitraan yang erat dengan BKKBN dalam membangun keluarga yang berdaya dan harmonis.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dalam kesempatannya, menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya sosok ayah dalam ajaran Hindu.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari BKKBN kepada Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan Hindu melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).


Berita Pusat LAINNYA