Ditjen Bimas Hindu Gelar Seminar Hasil Penelitian 2025, Dorong Riset PTKH Lebih Berkualitas dan Berdampak

Ditjen Bimas Hindu Gelar Seminar Hasil Penelitian 2025, Dorong Riset PTKH Lebih Berkualitas dan Berdampak

Denpasar (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dipusatkan di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (6/12/2025).

Seminar ini diikuti oleh 28 peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) yang sebelumnya menerima hibah penelitian dari Ditjen Bimas Hindu. Para peneliti memaparkan hasil riset mereka di hadapan Tim Komite Penilaian Penelitian yang terdiri dari para pakar: Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Prof. Dr. Ida Bagus Putu Suamba. Para pakar tersebut memberikan penilaian, evaluasi, dan masukan substantif untuk memastikan kualitas riset semakin meningkat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana, mewakili Direktur Jenderal Bimas Hindu. Dalam arahannya, Prof. Sudarsana menyampaikan pesan Dirjen Bimas Hindu bahwa program hibah penelitian akan terus diupayakan berlanjut pada tahun berikutnya, meskipun tahun ini sempat mengalami keterlambatan akibat proses kejelasan anggaran.

“Mudah-mudahan tahun depan tidak terjadi efisiensi anggaran lagi. Tema penelitian akan diarahkan untuk mendukung pemenuhan Asta Protas Kementerian Agama. Kita berharap proses penelitian dapat dimulai lebih awal sehingga peneliti memiliki waktu yang cukup dan hasilnya bisa maksimal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil penelitian ke depan tidak hanya berhenti pada publikasi jurnal, tetapi akan diarahkan pada skema desiminasi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, hasil riset dapat memberikan dampak nyata dan langsung bagi masyarakat.

Pada tahun 2026, Ditjen Bimas Hindu menetapkan tiga fokus prioritas penelitian: pengembangan daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), penguatan widyalaya melalui sinergi PTKH dengan pendidikan dasar hingga menengah, serta pemberdayaan rumah ibadah. “PTKH harus memberikan optimisme kepada masyarakat bahwa widyalaya memiliki kualitas setara dengan sekolah pada umumnya. Sinergitas antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan lainnya menjadi hal penting yang harus kita dorong,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Ditjen Bimas Hindu meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset di lingkungan PTKH serta memastikan hasil penelitian memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Hindu di Indonesia.


Berita Pusat LAINNYA