JAKARTA (BIMAS HINDU) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama RI melaksanakan Evaluasi Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Hindu.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh Rektor IAHN Mpu Kuturan, pimpinan IAHN Gde Pudja Mataram, perwakilan IAHN Tampung Penyang Palangkaraya, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta STAHN Jawa Dwipa Klaten pada Selasa (20/01/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya proses peningkatan status Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) menjadi Universitas Hindu Negeri. Transformasi kelembagaan ini dinilai penting untuk memperluas mandat akademik, penguatan tridharma perguruan tinggi, serta peningkatan daya saing lulusan PTKHN.
Selain itu, evaluasi juga menyoroti pengembangan STAHN Jawa Dwipa Klaten yang baru saja dinegerikan. Pembahasan difokuskan pada penguatan kelembagaan, penataan sumber daya manusia, serta perencanaan akademik agar STAHN Jawa Dwipa dapat tumbuh secara optimal sebagai PTKHN yang berkualitas.
Aspek lain yang turut dibahas adalah pengembangan karier dosen PTKHN, termasuk pemenuhan beban kerja dosen, peningkatan jabatan fungsional, serta penguatan budaya akademik dan riset. Para pimpinan PTKHN juga memaparkan target penerimaan mahasiswa baru pada masing-masing perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi penguatan keberlanjutan institusi.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Ditjen Bimas Hindu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan mutu, akuntabilitas, dan daya saing PTKHN, guna mewujudkan pendidikan tinggi keagamaan Hindu yang unggul dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.