Ditjen Bimas Hindu Teguhkan Komitmen Perkuat Asta Program Prioritas Kementerian Agama

Rapat Koordinasi pembahasan capaian Asta Program Prioritas Kementerian Agama

Jakarta (Humas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. menghadiri Rapat Koordinasi pembahasan capaian Asta Program Prioritas Kementerian Agama yang digelar pada 24 Oktober 2025 di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan. Forum ini diselenggarakan sebagai ruang konsolidasi nasional untuk percepatan realisasi delapan program prioritas Kementerian Agama.

Kegiatan ini dihadiri Penasehat Ahli Menteri Agama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, para pejabat Eselon I dan Eselon II serta beberapa pejabat Eselon III Kementerian Agama.|

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A. dalam arahannya menekankan bahwa agama harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Beliau menegaskan penguatan trilogi kerukunan jilid dua, yakni harmoni antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Dimensi hubungan manusia dengan alam tersebut diterjemahkan melalui program ekoteologi, sebagai contohnya adalah kewajiban menanam pohon bagi peserta bimbingan perkawinan sebagai bentuk partisipasi umat dalam mitigasi perubahan iklim.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. menyampaikan komitmen kuat Ditjen Bimas Hindu terhadap pelaksanaan Asta Program Prioritas Kemenag dalam pembinaan umat Hindu. Prof. Duija menjelaskan bahwa dalam hindu terdapat ajaran Tri Hita Karana yang secara fundamental menggarisbawahi keseimbangan relasi manusia, alam, dan Tuhan. Prinsip ini selaras dengan arah penguatan program prioritas Kemenag khusunya Program Ekoteologi sehingga seluruh kebijakan Bimas Hindu akan terus diselaraskan dengan nilai keberlanjutan ekosistem.

Prof. Duija menegaskan bahwa tantangan terbesar terkait kondisi lingkungan hidup saat ini tidak hanya membutuhkan kebijakan administratif, melainkan juga transformasi spiritual bagaimana cara umat memperlakukan alamnya.

“Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai kampanye, tetapi menjadi kebiasaan kolektif yang mengakar dalam perilaku umat Hindu. Setiap ritual, pelayanan, dan pendidikan Hindu harus memberi pesan ekologis yang kuat, karena dharma sesungguhnya hadir untuk menjaga keberlangsungan kehidupan semesta.”
Sepanjang Tahun 2025, Ditjen Bimas Hindu telah memberikan kontribusi pada beberapa fokus Asta Program Prioritas yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat di Indonesia, antara lain:

1.    Gerakan Green Dharma yang sesuai dengan program Ekoteologi, dengan melaksanakan pelepasan 2.500 burung, 100.000 ikan, dan 102 tukik pada Hari Suci Tumpek Uye, serta penanaman ribuan pohon dalam program Green Pura dan Green Lingkungan pada hari Suci Tumpek Wariga. Selain itu digalakkan gerakan kampus bebas plastik, zero waste, dan pemuliaan sumber mata air.
2.    Penguatan Moderasi Beragama dan Solidaritas Sosial, melalui peningkatan kurikulum cinta pada penyuluhan dan pendidikan Hindu serta pelaksanaan Parade Budaya Jalan Sehat Kerukunan dan kegiatan simakrama.
3.    Layanan Keagamaan Berdampak, seperti sistem deteksi dini berbasis laporan dan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS), serta peningkatan jumlah rumah ibadah ramah dan tanggap bencana.
4.    Pemberdayaan Ekonomi Umat, melalui bantuan kemandirian ekonomi rumah ibadah dan penyusunan juknis Dana Punia untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat.
5.    Digitalisasi Tata Kelola, melalui sistem pelaporan penyuluh online, pembentukan Pelayanan Terpatu Satu Pintu, layanan PADMA di website Bimas Hindu, NUHUN, serta sistem penerimaan mahasiswa baru nasional pada PTKHN.
6.    Pendidikan Hindu Unggul dan Terintegrasi, didukung dengan peningkatan status dan akreditasi lembaga pendidikan keagamaan Hindu serta pertumbuhan jumlah guru besar Hindu yang mencapai 41 orang pada tahun 2025.

Prof. Duija menambahkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Lebih jauh, ia menilai Asta Program Prioritas harus menjadi lokomotif yang memastikan pelayanan keagamaan Hindu semakin inklusif, memberdayakan, dan menjawab tantangan zaman. Umat Hindu diharapkan tampil sebagai aktor aktif penjaga harmoni kehidupan.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penyelarasan strategi sekaligus pematangan rencana tindak lanjut agar setiap program keagamaan memberikan manfaat langsung bagi umat, keberlanjutan bumi, serta kemajuan peradaban bangsa.

“Bimas Hindu akan terus hadir dengan semangat inovasi berbasis dharma. Program kita wajib berdampak, umat harus merasakan manfaatnya, dan alam harus memperoleh pemulihan dari setiap aktivitas keagamaan. Itulah wujud sesungguhnya dharma dalam kehidupan,” tutup Prof. Duija.


Berita Pusat LAINNYA