Jakarta (Humas Hindu) – Menjelang perayaan Hari Deepavali atau Festival Cahaya yang jatuh pada Senin, 20 Oktober 2025, Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) menggelar doa bersama di kediaman Ketua Umum Gema Sadhana, AS Kobalen, di Jakarta Barat, Minggu (19/10/2025).
Doa bersama ini digelar sebagai wujud syukur dan refleksi spiritual untuk menyalakan kembali nilai-nilai dharma, kebijaksanaan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam suasana khidmat, acara diawali dengan penyalaan lima pelita (api) yang melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, sekaligus mengundang keberkahan dari para dewa dan dewi ke dalam rumah dan kehidupan umat manusia.
Lima pelita tersebut dinyalakan oleh sejumlah tokoh nasional, yaitu Hashim Djojohadikusumo, Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri), Fahri Hamzah (Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia), Dedy Mulyadi (Gubernur Jawa Barat), dan I Nengah Duija (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama).
Ketua Umum Gema Sadhana, AS Kobalen menyampaikan bahwa penyalaan pelita menjadi simbol menyalakan cahaya kebajikan di tengah tantangan zaman.
“Deepavali mengajarkan kita bahwa di setiap kegelapan, selalu ada cahaya. Setiap insan memiliki pelita kebajikan dalam dirinya, dan tugas kita adalah menjaga agar cahaya itu tidak padam,” ujarnya.
Usai prosesi penyalaan pelita, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama menikmati santapan khas India, sebagai simbol kehangatan, persaudaraan, dan kebersamaan lintas umat.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Reda Manthovani (Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI), Rizal Calvary Marimbo (Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero), Uus Kuswanto (Wali Kota Jakarta Barat), serta Musa Rajekshah, mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu di Indonesia yang merayakan Deepavali.
“Atas nama Kementerian Agama, saya menyampaikan selamat merayakan Hari Deepavali atau Festival Cahaya kepada seluruh umat Hindu di Indonesia, secara khusus umat Hindu etnis India. Semoga cahaya pelita menerangi setiap sudut hidup kita semua dengan kebahagiaan dan kedamaian,” ujar Duija.
Ia juga menegaskan bahwa perayaan Deepavali mencerminkan nilai-nilai universal yang sejalan dengan semangat moderasi beragama.
“Deepavali adalah momentum untuk memperkuat dharma, kebaikan, dan kasih. Semangat cahaya ini kami harapkan dapat terus menerangi kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan damai,” tambahnya.
Suasana doa bersama berlangsung penuh rasa syukur, diiringi lantunan mantra Veda dan doa dari berbagai komunitas Hindu. Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan pengingat bahwa cahaya kebenaran dan kebajikan harus senantiasa dijaga dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Deepavali atau Diwali, merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi Hindu yang menandai kemenangan cahaya atas kegelapan, pengetahuan atas kebodohan, dan kebaikan atas kejahatan. Melalui cahaya pelita yang menyala di setiap rumah, umat diingatkan untuk terus menebarkan terang kebajikan dalam kehidupan.