SINGARAJA (Bimas Hindu) - Suasana di Menjangan Hall Kampus IAHN Mpu Kuturan Singaraja pada Kamis (29/01) sore tampak berbeda. Kehadiran Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama RI, Khairunas, yang didampingi langsung oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, membawa angin segar sekaligus pesan kuat bagi seluruh civitas akademika. Agenda Character Building kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen nyata untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari institusi pendidikan keagamaan ini.
Dalam paparannya, Irjen Khairunas menekankan paradigma baru dalam pengawasan di lingkungan Kementerian Agama, yakni "Pengawasan Berdampak". Baginya, pengawasan yang baik bukanlah tentang seberapa banyak orang yang dihukum, melainkan seberapa efektif sistem pencegahan (early warning) bekerja.
"Kita ingin memastikan tidak ada kebocoran di level bawah. Penindakan itu penting, tapi pencegahan jauh lebih utama agar tidak ada masyarakat yang dirugikan," tegasnya.
Bagi masyarakat luas, komitmen ini merupakan jaminan bahwa IAHN Mpu Kuturan akan bertransformasi menjadi zona bersih. Dengan penguatan sistem kontrol internal, masyarakat dan mahasiswa bisa menikmati layanan publik yang lebih transparan, mulai dari urusan administrasi yang bebas dari pungutan liar (pungli), hingga pengelolaan aset negara yang sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pendidikan dan layanan umat.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menyebut kehadiran Irjen sebagai berkah sekaligus pengingat moral yang mendalam. Ia menggunakan analogi yang sangat kuat terkait tanggung jawab seorang aparatur sipil negara (ASN).
"Sumpah jabatan itu adalah realitas tertinggi. Jika kita berani mengkhianatinya, konsekuensinya bukan hanya urusan administratif, tapi bisa berdampak pada kehancuran diri dan keluarga, ibarat terkena Sumpah Cor," ungkap Prof. Duija dengan nada serius.
Ia mengingatkan bahwa IAHN Mpu Kuturan adalah institusi yang masih muda dan memiliki potensi besar. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pegawai untuk kompak dan proaktif menangkal perilaku menyimpang. "Jangan diam jika melihat ada yang tidak beres. Kita harus satu langkah, buat gebrakan prestasi yang luar biasa. Dengan prestasi, perilaku menyimpang perlahan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya," imbuhnya.
Melalui penguatan integritas ini, manfaat yang paling dirasakan masyarakat adalah kepastian. Kepastian bahwa setiap rupiah anggaran negara dikelola dengan amanah, serta kepastian bahwa setiap pelayanan yang diberikan oleh IAHN Mpu Kuturan berlandaskan pada nilai-nilai kejujuran.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjawab tantangan dari data pengaduan masyarakat (Dumas) yang ada, sekaligus menjadi bukti bahwa Kementerian Agama serius dalam menciptakan birokrasi yang bersih, melayani, dan berdampak langsung bagi kemajuan bangsa.