Ngelawar Bersama Umat Hindu di Kendari, Perkuat Nilai Kebersamaan dan Pelestarian Tradisi

Ngelawar Bersama Umat Hindu di Kendari, Perkuat Nilai Kebersamaan dan Pelestarian Tradisi

Kendari (BIMAS HINDU) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, melaksanakan kegiatan ngelawar bersama umat Hindu di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat Hindu setempat.

Kegiatan ngelawar tersebut dihadiri oleh umat Hindu serta sejumlah tokoh lembaga keagamaan di wilayah Kendari dan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu tampak turut terlibat langsung bersama masyarakat dalam proses pengolahan bahan makanan, mulai dari mencampur bumbu hingga menyiapkan hidangan secara bersama-sama.

Tradisi ngelawar sendiri merupakan salah satu budaya yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Hindu. Ngelawar biasanya dilakukan secara gotong royong untuk menyiapkan hidangan yang akan digunakan dalam kegiatan keagamaan maupun adat. Lebih dari sekadar aktivitas memasak, ngelawar memiliki makna mendalam sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, serta semangat saling membantu antaranggota masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dapat terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kebiasaan bekerja bersama dalam suasana penuh kekeluargaan menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat Hindu yang menjunjung tinggi solidaritas dan keharmonisan.

Kehadiran Dirjen Bimas Hindu di tengah-tengah umat dalam kegiatan tersebut juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat Hindu di daerah. Interaksi langsung dalam aktivitas keseharian umat mencerminkan kedekatan serta perhatian pemerintah terhadap dinamika kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya dilakukan melalui upacara keagamaan, tetapi juga melalui praktik budaya yang hidup di tengah masyarakat. Tradisi seperti ngelawar menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat rasa persaudaraan, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Umat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap proses ngelawar, mulai dari menyiapkan bahan hingga mengolahnya secara bersama-sama. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat gotong royong.

Kehadiran Dirjen Bimas Hindu di tengah masyarakat menjadi simbol kuat kebersamaan antara pemerintah dan umat. Kehadiran tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat tradisi sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Hindu di berbagai daerah di Indonesia.


Berita Pusat LAINNYA