Pembinaan dan Ngelawar Bersama Umat, Dirjen Bimas Hindu hadirkan pelayanan humanis berbasis ekoteologi

Pembinaan dan Ngelawar Bersama Umat, Dirjen Bimas Hindu hadirkan pelayanan humanis berbasis ekoteologi

Serang, Banten (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama melaksanakan kegiatan Lestari Boga “Dirjen Ngelawar Bersama Umat” dengan tema “Eksistensi Ekoteologi Hindu dalam Setiap Sajian Boga” pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Pura Eka Wira Anantha, Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi ajaran Hindu yang menempatkan alam, manusia, dan spiritualitas sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Kegiatan tersebut Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, didampingi oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Pendidikan Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, Pembimas Hindu Provinsi Banten, Ketua Parisada setempat (PSN), Kepala Subdirektorat Kelembagaan Hindu, para tokoh Hindu, umat Hindu, serta jajaran staf Ditjen Bimas Hindu.

Melalui program Lestari Boga ini, Ditjen Bimas Hindu tidak hanya menghadirkan pembinaan dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga pelayanan langsung kepada umat. Dirjen Bimas Hindu turun langsung bersama umat dalam proses pengolahan sajian lawar, sebagai bentuk pelestarian tradisi boga Hindu Nusantara sekaligus media edukasi nilai-nilai ekoteologi Hindu.

Proses pembuatan lawar dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan, mencerminkan ajaran Hindu yang menempatkan alam sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan. Setiap bahan pangan yang digunakan mengandung makna spiritual, sosial, dan ekologis, sehingga pengelolaannya menjadi bagian dari praktik keagamaan yang berkesadaran lingkungan.

Sajian lawar yang telah diolah kemudian dibagikan kepada umat Hindu yang hadir di Pura Eka Wira Anantha. Kegiatan ini dilanjutkan dengan makan bersama antara Dirjen Bimas Hindu dan umat, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Makan bersama tersebut menjadi ruang komunikasi langsung untuk menyerap aspirasi, harapan, serta dinamika kehidupan keumatan di wilayah Provinsi Banten.

Dalam pembinaan, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia, khususnya pangan, merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran spiritual. Ia menyampaikan bahwa dalam ajaran Hindu, memberi makan kepada orang yang membutuhkan merupakan bentuk yadnya tertinggi, karena menyentuh langsung aspek kemanusiaan dan kesejahteraan umat.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu menjelaskan bahwa ekoteologi bukanlah konsep baru dalam ajaran Hindu, melainkan telah hidup dan dipraktikkan sejak awal peradaban Hindu Nusantara. Setiap pelaksanaan yadnya selalu melibatkan unsur alam seperti bunga, buah, daun, dan air, yang menegaskan eratnya hubungan spiritual antara manusia dan alam.

Ia juga menekankan bahwa kesakralan pura dan upacara keagamaan tidak ditentukan oleh kemewahan bangunan, melainkan oleh keselarasan dengan lingkungan. Tradisi Hindu bahkan mewajibkan penanaman pohon dalam berbagai tahapan kehidupan sebagai bentuk tanggung jawab spiritual untuk menjaga keberlanjutan alam demi generasi mendatang.

Melalui kegiatan Lestari Boga “Dirjen Ngelawar Bersama Umat” Dirjen Bimas Hindu berharap terjaganya eksistensi tradisi boga Hindu Nusantara, tumbuhnya kesadaran ekologis umat, menguatnya nilai Tri Hita Karana, harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam serta terbangunnya pelayanan keumatan yang humanis, membumi, dan berkelanjutan.


Berita Pusat LAINNYA