Denpasar (BIMAS HINDU) - Upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat kembali ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) melalui penyelenggaraan Seminar Hasil Kompetisi Peningkatan Mutu Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, memadukan pertemuan luring di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar dengan partisipasi daring melalui Zoom Meeting, sehingga memungkinkan keterlibatan luas dari berbagai daerah, Sabtu (6/12/2025).
Sebanyak 20 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) hadir sebagai peserta utama. Mereka merupakan penerima hibah pengabdian kepada masyarakat dan dalam seminar ini memaparkan capaian, inovasi, serta dampak program yang telah mereka jalankan sepanjang tahun 2025. Presentasi mencakup beragam tema mulai dari pemberdayaan masyarakat pedesaan, pelestarian budaya, peningkatan literasi keagamaan, hingga penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Untuk menjamin kualitas akademik dan signifikansi lapangan dari setiap program, Ditjen Bimas Hindu menghadirkan Tim Reviewer yang terdiri dari pakar di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, yakni Prof. Dr. I Nyoman Dantes dan Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed. Keduanya memberikan telaah kritis sekaligus rekomendasi untuk pengembangan program di masa mendatang.
Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Bimas Hindu. Dalam sambutannya, Prof. Sudarsana menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu pilar penting dalam tridharma perguruan tinggi dan harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

“Pengabdian kepada masyarakat ke depan harus benar-benar berdampak. Tahun depan kita akan menyasar hal-hal spesifik: pertama daerah 3T, kedua widyalaya harus ada sinergi antara perguruan tinggi dengan pendidikan dasar, menengah, hingga atas. PTKH harus memberikan optimisme kepada masyarakat bahwa widyalaya memiliki standar yang sama dengan sekolah umum. Ketiga adalah program pemberdayaan rumah ibadah,” ujar Prof. Sudarsana.
Melalui seminar ini, Ditjen Bimas Hindu meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan kompetisi, program pendampingan, serta peningkatan kapasitas dosen di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya memicu inovasi, tetapi juga memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan peran pendidikan Hindu.