Transformasi SDM Berbasis AI, Ditjen Bimas Hindu Gandeng ESQ Petakan Talenta Pegawai

Transformasi SDM Berbasis AI, Ditjen Bimas Hindu Gandeng ESQ Petakan Talenta Pegawai

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama menerima audiensi Tim ESQ dalam rangka pemaparan hasil TalentDNA dan implementasi AI Talent Management. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dirjen Bimas Hindu, pada Kamis (16/4/2026) dan dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, serta tim kepegawaian.

Audiensi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kondisi talenta pegawai sekaligus merumuskan arah strategis pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Pemaparan dilakukan oleh Tim ESQ sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan SDM berbasis potensi dan teknologi.

Dalam paparannya, Tim ESQ menyoroti tantangan utama organisasi yang masih dihadapi saat ini, yakni belum optimalnya produktivitas individu. Hal tersebut dinilai dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara potensi alami pegawai dengan peran kerja yang dijalankan. Selain itu, masih banyak individu yang belum memahami potensi diri secara mendalam, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mengidentifikasi karakter, pola pikir, dan kecenderungan perilaku secara objektif.

Sebagai solusi, Tim ESQ memperkenalkan TalentDNA, sebuah metode pemetaan talenta berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengidentifikasi 45 jenis talenta manusia dalam tiga domain utama, yakni Drive, Network, dan Action. Melalui pendekatan ini, organisasi dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait kekuatan dan keterbatasan pegawai, yang selanjutnya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan penempatan, pengembangan, serta peningkatan kinerja.

Selain itu, konsep AI Talent Management juga dipaparkan sebagai sistem terintegrasi dalam pengelolaan talenta organisasi. Sistem ini mencakup tiga pilar utama, yaitu Talent Acquisition, Talent Development, dan Talent Retention. Melalui sistem tersebut, organisasi diharapkan mampu mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efektivitas pengembangan SDM, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis.

Berdasarkan hasil analisis TalentDNA, secara umum pegawai Bimas Hindu memiliki keunggulan pada aspek fleksibilitas, orientasi terhadap pencapaian target, semangat kompetitif, rasa ingin tahu yang tinggi, serta perhatian terhadap kualitas kerja. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, antara lain kejelasan dalam memberikan arahan, konsistensi energi kerja, kemampuan refleksi, serta keterbukaan dalam membangun jejaring komunikasi.

Sebagai tindak lanjut, Tim ESQ memberikan akses AI Coaching secara gratis kepada pimpinan dan seluruh pegawai Bimas Hindu hingga 23 April 2026. Fasilitas ini memungkinkan pegawai untuk melakukan konsultasi mandiri berbasis AI guna memahami potensi diri, memperoleh rekomendasi pengembangan, serta menyusun strategi peningkatan produktivitas sesuai profil talenta masing-masing.

AI Coaching juga diharapkan dapat membantu pimpinan dalam memahami karakter tim, meningkatkan efektivitas kepemimpinan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Sementara itu, bagi pegawai, layanan ini menjadi sarana untuk menggali kekuatan diri, mengelola keterbatasan, dan meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas.

Untuk mendukung pemanfaatannya, Tim ESQ telah menyediakan panduan akses dan tutorial penggunaan yang dapat diakses oleh seluruh peserta kegiatan. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan seluruh pegawai dapat mengoptimalkan layanan AI Coaching sebagai bagian dari upaya pengembangan diri.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pengelolaan SDM di lingkungan Bimas Hindu menuju sistem manajemen talenta yang modern, adaptif, dan berbasis data, guna meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.


Berita Pusat LAINNYA