Semangat Baru Widyalaya Hadir Lewat Logo, Mars, dan Hymne Resmi

Semangat Baru Widyalaya Hadir Lewat Logo, Mars, dan Hymne Resmi

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Pendidikan Hindu Kementerian Agama melaksanakan kegiatan Sosialisasi Logo, Mars, dan Hymne Widyalaya pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan unsur pembina, pengelola, serta satuan Widyalaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan identitas pendidikan Hindu melalui penggunaan logo, mars, dan hymne Widyalaya secara seragam di seluruh satuan pendidikan Hindu.

Direktur Pendidikan Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana saat membuka kegiatan menegaskan bahwa logo, mars, dan hymne Widyalaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual dan musikal, tetapi juga mencerminkan filosofi pendidikan Hindu yang berlandaskan nilai-nilai dharma.

“Logo, hymne, dan mars Widyalaya memiliki filosofi yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan Hindu. Lirik mars dan hymne juga ditulis langsung oleh Bapak Dirjen dengan makna pengabdian, ketulusan, dan semangat membangun insan Hindu yang unggul,” ujarnya.

Ia mengatakan, penguatan identitas Widyalaya penting dilakukan agar satuan pendidikan Hindu memiliki ciri khas yang kuat sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan.

“Widyalaya harus tampil sebagai lembaga pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Hindu dan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri,” lanjutnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Institut Musik dan Kreativitas (IMK), yakni Kadek Anggara Rismandika, I Kadek Abdhi Yasa, dan I Nengah Juliawan.

Dalam paparannya, I Kadek Abdhi Yasa menjelaskan filosofi logo Widyalaya yang dirancang dengan pendekatan modern namun tetap mempertahankan unsur tradisi Hindu. Menurutnya, empat kuncup pada logo melambangkan jenjang Widyalaya, sedangkan empat helai teratai merepresentasikan nilai Siddhi, Siddha, Suddha, dan Saddhu.

“Api atau Agni melambangkan ilmu pengetahuan yang menghapus kegelapan, buku terbuka melambangkan Weda, sedangkan trisula menggambarkan Tri Kaya Parisudha sekaligus membentuk huruf ‘W’ sebagai identitas Widyalaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep visual logo terinspirasi dari Padma Jnana atau teratai pengetahuan dengan dominasi warna emas sebagai simbol kemuliaan dan keagungan pendidikan Hindu.

Sementara itu, I Nengah Juliawan memaparkan penerapan logo dalam format dua dimensi dan tiga dimensi. Ia menjelaskan bahwa logo disusun menggunakan konsep golden ratio agar tetap proporsional saat diterapkan pada berbagai media resmi.

“Logo telah dilengkapi panduan rasio dan grid sehingga implementasinya tetap seragam pada papan nama, kop surat, stempel, maupun atribut resmi lainnya,” katanya.

Pada sesi berikutnya, Kadek Anggara Rismandika selaku komposer mars dan hymne Widyalaya menjelaskan bahwa karya tersebut disusun sebagai representasi nilai dan semangat Widyalaya melalui pendekatan musik dan filosofi lirik.

“Hymne memiliki dimensi batin dan perenungan yang menekankan kesempurnaan berdasarkan dharma, sedangkan mars membawa semangat gerak, pengabdian, dan kontribusi nyata,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa aransemen resmi mars dan hymne telah dibuat dalam format orkestra. Namun, satuan Widyalaya tetap dapat menyesuaikan aransemen sesuai kemampuan masing-masing tanpa mengubah substansi lagu.

“Yang terpenting substansi dan nada dasarnya tetap terjaga sehingga mudah dipelajari dan diterapkan di setiap Widyalaya,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti implementasi logo pada berbagai media administrasi dan identitas sekolah, termasuk penggunaan pada stempel, papan nama, dan kop surat. Peserta juga mengusulkan pembagian partitur lagu untuk mendukung proses pembelajaran di Widyalaya.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menyampaikan bahwa notasi mars dan hymne telah tersedia dan dapat dipelajari lebih lanjut oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, Direktorat Pendidikan Hindu mendorong seluruh satuan Widyalaya untuk mulai mengimplementasikan logo, mars, dan hymne secara terpadu dalam berbagai aktivitas pendidikan. Penerapan identitas resmi tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, membangun kebanggaan terhadap Widyalaya, serta meneguhkan karakter pendidikan Hindu yang berlandaskan nilai dharma, budaya, dan kebangsaan.

 

#Bimas Hindu #Widyalaya #Zona Integritas


Berita Pusat LAINNYA