Bertepatan dengan Purnama Ketiga, Semangat Gotong Royong Warnai Pelaksanaan Pujawali di Lampung Tengah

Pujawali Pura Dalam yang bertepatan dengan momen suci Purnama Ketiga

Lampung Tengah (Bimas Hindu) — Umat Hindu di Kampung Mataram Jaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, melaksanakan kegiatan keagamaan Pujawali Pura Dalam yang bertepatan dengan momen suci Purnama Ketiga pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan spiritual ini berlangsung khidmat sejak pagi hari dan diwarnai oleh tingginya semangat gotong royong seluruh umat yang hadir.

Pelaksanaan Pujawali ini bukan sekadar bentuk persembahan dan ungkapan rasa syukur, melainkan menjadi momentum esensial bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha (keyakinan) dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sejak pagi, umat secara komunal saling bahu-membahu mempersiapkan sarana dan prasarana upacara, mulai dari penataan tempat persembahyangan hingga pelaksanaan ibadah utama. Semangat kebersamaan dan persaudaraan ini menjadi fondasi penting dalam merawat keharmonisan kehidupan beragama serta bermasyarakat di Kampung Mataram Jaya.

Kemeriahan Pujawali tahun ini terasa semakin spesial dengan ditampilkannya ragam pentas seni tari dan tabuh lintas generasi. Kelompok anak-anak unjuk gigi mempersembahkan ilen-ilen (tarian sakral) yang terdiri dari Tari Puspanjali, Rejang Dewa, dan Rejang Sari, serta diiringi alunan seni gamelan Bleganjur. Sementara itu, kelompok ibu-ibu tidak kalah antusias dengan membawakan Tari Rejang Renteng dan tari kreasi Sumping Keladi yang telah dilatih secara tekun sejak jauh hari. Seluruh persembahan seni ini merupakan wujud implementasi program Pengurus Adat Pekraman Mataram Jaya dalam rangka pelestarian seni budaya keagamaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Turut hadir membaur di tengah umat, Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, I Wayan Johni Artadi, S.Pd., yang memberikan Dharmawacana (siraman rohani) mengenai esensi Puja Tri Sandya. Ia menekankan bahwa pelaksanaan Pujawali hendaknya dimaknai lebih dari sekadar ritual, melainkan sebagai wadah introspeksi untuk memperkuat pemahaman umat terhadap setiap makna lantunan doa.

"Pujawali hendaknya kita jadikan momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui Puja Tri Sandya, kita diingatkan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dengan ketulusan hati, menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari," pesan I Wayan Johni Artadi di hadapan umat.

Lebih lanjut, ia turut mengajak seluruh umat yang memadati pura untuk senantiasa menjadikan kegiatan komunal keagamaan seperti ini sebagai sarana merajut tali persaudaraan.

"Yang tidak kalah penting dari pelaksanaan Pujawali adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan. Gotong royong dan kekompakan umat merupakan kekuatan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis. Semoga melalui Pujawali ini, umat semakin kuat dalam sradha dan bhakti serta semakin rukun dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya mengapresiasi kerukunan warga.

Rangkaian pelaksanaan Pujawali Pura Dalam ini berlangsung dengan tertib dan khidmat hingga purna acara. Kehadiran umat yang membaur dalam semangat bhakti ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keagamaan yang tidak hanya termanifestasi melalui ritual suci semata, tetapi juga tecermin melalui sikap saling menghormati dan kerukunan nyata di tengah keberagaman masyarakat.

 

Kontributor: Ketut Suwarta


Berita Daerah LAINNYA