Perkuat Ekoteologi di Lingkungan Tempat Suci, Perguruan Tinggi Hindu Gelar Pengabdian Masyarakat Terpadu

Penanaman Pohon di Area Tempat Ibadah

Karanganyar (Bimas Hindu) — Sebagai wujud nyata aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sivitas akademika Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini dipusatkan di kawasan Pura Tunggal Ika, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, selama dua hari berturut-turut pada 28 hingga 29 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini dirancang secara khusus sebagai bentuk implementasi program Asta Prota (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama, khususnya pada aspek Penguatan Ekoteologi. Pada hari pertama, tim memfokuskan kegiatan pada penanaman pohon di sekitar area tempat suci sebagai langkah pelestarian lingkungan. Selanjutnya, pada hari kedua, aksi dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan seluruh area Pura Tunggal Ika.

Kegiatan yang membaur dengan masyarakat ini dihadiri langsung oleh Ketua STAHN Jawa Dwipa Klaten, Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag., beserta Wakil Ketua II sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Setyaningsih, S.Ag., M.Si. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Karanganyar, Pardi, S.Ag., M.Pd.H., beserta sejumlah tokoh umat Hindu setempat.

Melalui program terjun langsung ke lapangan ini, Prof. Ida Bagus Gede Candrawan menaruh harapan besar agar institusi pendidikan yang dipimpinnya dapat terus membangun ikatan emosional yang erat dengan masyarakat, sekaligus membuktikan eksistensi kampus yang membawa manfaat nyata.

"Kami sivitas akademika STAHN Jawa Dwipa hari ini hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pengabdian sebagai wujud nyata bahwa kami adalah bagian yang tak terpisahkan dari umat Hindu. Dengan kegiatan ini, kami berharap program penanaman pohon dan gerakan kebersihan pura mampu mewujudkan tempat suci yang bernuansa Satyam, Siwam, Sundaram (Kebenaran, Kesucian, dan Keindahan)," ungkap Prof. Candrawan di sela-sela kegiatan gotong royong.

Aksi peduli lingkungan dan kebersihan tempat ibadah yang diinisiasi oleh STAHN Jawa Dwipa ini sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret terhadap arah kebijakan Menteri Agama RI. Melalui optimalisasi program Layanan Keagamaan Berdampak dan Penguatan Ekoteologi, diharapkan umat Hindu, khususnya di wilayah Kabupaten Karanganyar, dapat terus merawat keharmonisan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

 

Kontributor: Toto Margiyono


Berita Daerah LAINNYA