Implementasi Ajaran Tat Twam Asi, Pembinaan Pasraman di Way Kanan Gembleng Etika Generasi Muda

Yoga dan filosofi Tat Twam Asi di Kecamatan Negeri Agung

Way Kanan (Bimas Hindu) — Mengintegrasikan olah fisik-mental dengan penanaman etika kemanusiaan, Pasraman Dharma Kerti membina 30 anak melalui korelasikan ajaran Yoga dan filosofi Tat Twam Asi di Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rabu (2/9/2026).

Pembinaan ini dirancang untuk membentuk ketenangan pikiran, pengendalian emosi, serta kesadaran moral anak-anak agar saling menghormati dan mencegah perilaku perundungan (bullying) sejak dini.

Pembina Pasraman Dharma Kerti, Wayan Wiyani dan Bu Iluh Yuniati, menjelaskan bahwa Yoga mengolah kesadaran diri, sedangkan filosofi Tat Twam Asi ("aku adalah engkau, engkau adalah aku") mengajarkan cara memperlakukan sesama manusia dengan welas asih.

"Yoga mengajarkan anak untuk mengenal dan mengendalikan dirinya, sedangkan Tat Twam Asi mengajarkan bagaimana ia memperlakukan orang lain. Ketika keduanya dipahami dengan baik, anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki pikiran yang tenang dan hati yang penuh kasih," terang Wayan Wiyani (2/9/2026).

Wiyani menambahkan, nilai-nilai ajaran ini diimplementasikan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap hormat kepada orang tua dan guru, menyayangi teman, hingga menjaga tutur kata.

Melalui penguatan pendidikan keagamaan nonformal ini, Kemenag Way Kanan terus berkomitmen mencetak generasi muda Hindu yang memiliki kedisiplinan spiritual (Sradha) dan budi pekerti luhur (Dharma) di masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA