Gianyar (Bimas Hindu) — Mengintegrasikan pembinaan mental dan pelestarian seni budaya Bali, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melatih 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Gianyar dalam seni gegindeman melalui kelompok Seka Geguntangan di Wantilan Rutan Gianyar, Kamis (3/9/2026).
Pelatihan ini digelar sebagai persiapan menghadapi upacara Puja Wali di Padmasari Rutan Gianyar, sekaligus mengenalkan makna gambelan dan kidung keagamaan yang terangkum dalam ajaran Panca Gita yakni lima jenis suara suci pelengkap upacara Yadnya.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, I Putu Angga Kawana Sukma, S.Sos., menjelaskan bahwa pendekatan berbasis seni keagamaan efektif dalam menyentuh sisi emosional dan spiritual warga binaan.
"Melalui seni gegindeman, kami tidak hanya mengajarkan teknik menabuh atau menyanyikan kidung, tetapi juga menyentuh sisi spiritual warga binaan. Olah seni ini membantu menghaluskan jiwa dan menanamkan nilai-nilai keagamaan agar mereka memiliki karakter yang lebih positif saat kembali ke masyarakat," terang Angga (3/9/2026).
Melalui pembinaan inklusif ini, Kemenag Gianyar berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi kelompok masyarakat rentan, sekaligus menjaga tradisi Panca Gita tetap lestari di berbagai tingkatan kehidupan sosial.
Kontributor: A. A. Gde Apsara DS.