Tulang Bawang (Bimas Hindu) — Menguatkan peran perempuan dalam membangun fondasi ketahanan keluarga, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tulang Bawang mengedukasi anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Fajar Dewata mengenai pola asuh anak berbasis kitab Nitisastra di Desa Ujung Gunung Ilir, Menggala, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan pembinaan keagamaan yang diikuti 30 anggota WHDI ini diawali dengan persembahyangan bersama, persembahan pejatian, dan pembacaan sloka-sloka suci Bhagawad Gita.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari, menekankan pentingnya pemahaman orang tua terhadap tahapan psikologis perkembangan anak sesuai panduan ajaran Nitisastra Sloka 3.18.
"Dalam Nitisastra, lima tahun pertama anak diperlakukan dengan penuh kasih sayang, sepuluh tahun berikutnya ditanamkan disiplin serta pendidikan, dan ketika memasuki usia 16 tahun anak diperlakukan sebagai sahabat. Mendidik anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, melainkan menanamkan nilai Dharma dan membangun komunikasi yang menghargai perkembangan mereka," jelas Novikasari.
Ia menambahkan, ibu memiliki posisi paling strategis sebagai pendidik pertama dan utama di lingkungan keluarga. Keteladanan ibu dalam tutur kata, sikap, dan pelaksanaan ajaran keagamaan akan menjadi fondasi karakter bagi anak.
Melalui pendampingan rutin ini, Kemenag Tulang Bawang dan WHDI berkomitmen untuk terus meningkatkan pemahaman keumatan guna mewujudkan keluarga Hindu yang harmonis, berkarakter, dan sejahtera (Sukhina) di wilayah Lampung.
Kontributor: Ni Nyoman Novikasari, S.Pd