Harmoni Tiga Tradisi Hindu Nusantara, PTKHN Kalteng Unjuk Keunikan Ritual Dewa Yadnya

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menggelar ritual keagamaan Dewa Yadnya di Keramat Kampus

Palangka Raya (Bimas Hindu) — Mengangkat kekayaan kearifan lokal Nusantara, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menggelar ritual keagamaan Dewa Yadnya di Keramat Kampus, Palangka Raya, Kamis (3/9/2026). Ritual ini diselenggarakan sebagai ikhtiar spiritual memohon keselamatan dan penurunan hujan di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah.

Keunikan ritual ini terletak pada perpaduan tiga tradisi keagamaan Hindu dan kearifan lokal sekaligus, yakni tradisi Hindu Bali, Dayak Ngaju, dan Dayak Barito. Prosesi sakral tersebut dipimpin secara berdampingan oleh para pemuka adat dan agama, yaitu Jro Gede Suparma, Basir Tambang, Basir Tobby Suswoyo, dan Kandung Ardianto.

Perhelatan tradisi keagamaan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., jajaran Forkopimda, Kabid Bimas Hindu, serta civitas akademika IAHN Tampung Penyang.

Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, Ph.D., menjelaskan bahwa pelaksanaan ritual ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan dan melestarikan keberagaman ekspresi budaya Hindu di Kalimantan Tengah.

"Kegiatan ini menghadirkan serta mempertemukan keanekaragaman tradisi Hindu yang hidup di tengah masyarakat, khususnya tradisi Bali, Dayak Ngaju, dan Dayak Barito. Dalam ajaran Hindu, permohonan keselamatan tidak hanya diucapkan lewat mantra, tetapi diwujudkan melalui sarana ritual yang menghormati hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Pencipta," jelas Prof. Tiwi.

Apresiasi atas pelestarian tradisi dan kebersamaan ini juga disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Ia menekankan pentingnya nilai gotong royong budaya dalam menghadapi tantangan lingkungan daerah.

"Pemerintah Provinsi terus bekerja keras menangani karhutla tahun 2026 yang telah terdampak pada area luas 7.600 hektare. Kekuatan tradisi, doa, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat seperti yang ditunjukkan hari ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi keselamatan Kalimantan Tengah," ungkap Gubernur.

Melalui perpaduan ritual tradisi Dayak dan Bali ini, IAHN Tampung Penyang tidak hanya menunjukkan komitmen spiritualnya, tetapi juga mempertegas peran kampus PTKHN dalam merawat dan mengenalkan kearifan lokal Nusantara kepada masyarakat luas.

 

Kontributor: Mahdina Rahmadani


Berita Daerah LAINNYA