Palangka Raya (Bimas Hindu) Malam Keakraban (Makrab) Fakultas Dharma Duta Brahma Widya (FDDBW) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya tidak hanya diarahkan sebagai ajang saling mengenal antarmahasiswa. Makrab 2026 juga menjadi ruang belajar hidup bersama dalam keberagaman, membangun solidaritas, serta menyiapkan mahasiswa agar mampu menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Jumat (4/9/2026), mengusung tema “Iyah Basara, Panturung Hinje Umba Tamburak”. Semangat yang dibangun adalah menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan kerja sama di lingkungan kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, saat membacakan sambutan Rektor, menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan hidup bersama, berdialog, dan bekerja sama di tengah perubahan zaman.
“Semangat hidup bersama, berdialog, dan membangun kerja sama harus terus ditumbuhkan. Saya berharap melalui kegiatan ini lahir mahasiswa yang cerdas dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara baik dan bijak,” ungkap Ervantia.
Pesan tersebut menempatkan Makrab lebih dari sekadar kegiatan membangun keakraban. Mahasiswa juga didorong memahami bahwa kecakapan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerja Sama FDDBW, Dr. Puspo Renan Joyo, saat membacakan sambutan Dekan, mengatakan kehadiran mahasiswa baru tidak semata menambah jumlah sivitas akademika, tetapi juga membawa gagasan dan energi baru bagi fakultas.
“Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menambah jumlah, tetapi membawa harapan, gagasan, dan energi baru bagi fakultas,” ujarnya.
Puspo juga menekankan bahwa perbedaan tidak semestinya menjadi sekat dalam kehidupan kampus. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi modal untuk membangun keakraban, solidaritas, kebudayaan, dan persatuan.
“Bersainglah dengan baik dan saling menghormati. Ketika ada yang tertinggal, rangkullah,” pesannya.
Di tengah transformasi digital dan perubahan dunia kerja, mahasiswa juga diingatkan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup. Kampus perlu menjadi ruang untuk membangun daya kritis, integritas, kemampuan intelektual, serta kecakapan bekerja sama.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” tambah Puspo.
Melalui Makrab 2026, FDDBW berharap terbentuk lingkungan akademik yang tidak hanya akrab dan harmonis, tetapi juga kritis, berintegritas, terbuka terhadap keberagaman, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Kontributor ; Mahdina Rahmadani