Bangli (Bimas Hindu) — Mengoptimalkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan humanis, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli memberikan bimbingan rohani kepada 90 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan bertema "Konsep Ketuhanan dalam Pemujaan" ini merupakan bagian dari penguatan Program Ruang Pulih Kementerian Agama untuk mendukung rehabilitasi mental, spiritual, dan pembentukan karakter warga binaan.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini, hadir memberikan pendampingan teologis sekaligus ruang refleksi agar para WBP mampu membangun kesadaran diri dan sikap positif.
I Wayan Sudarma menjelaskan bahwa pemujaan dalam ajaran Hindu tidak sekadar ritual fisik, melainkan sarana introspeksi batin untuk mentransformasi perilaku menuju hal yang lebih baik.
"Pemujaan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus melakukan refleksi. Melalui ketulusan bhakti, warga binaan diajak membangun ketenangan batin dan memperkuat pengendalian diri dalam menghadapi masa pembinaan," terang Sudarma (2/9/2026).
Ni Wayan Wiraswastini menambahkan, nilai-nilai Dharma yang diberikan dirancang untuk menjadi bekal praktis agar warga binaan siap kembali dan diterima secara positif oleh masyarakat.
"Nilai Dharma hendaknya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Kedisiplinan, pengendalian diri, dan sikap saling menghargai menjadi bekal penting saat mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat kelak," tegas Wiraswastini.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Kemenag Bangli dan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Program Ruang Pulih diharapkan terus berlanjut sebagai sarana pemulihan mental dan keteguhan spiritual bagi para warga binaan.
Kontributor: I Made Sudiana