Pesisir Barat (Bimas Hindu) — Dalam upaya menanamkan fondasi spiritual yang kokoh bagi generasi muda sejak dini, Penyuluh Agama Hindu KUA Kecamatan Ngambur menggelar pembinaan keagamaan intensif dengan membedah ajaran Sadhana dan pelantunan sloka suci Bhagavadgita bagi remaja usia sekolah di Pesisir Barat, Lampung, Jumat (4/9/2026).
Pembinaan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman teologis sekaligus praktik nyata dalam mengimplementasikan ajaran Sadhana yakni disiplin spiritual yang dilakukan secara konsisten guna membentuk karakter, mental, dan etika siswa yang tengah berada pada masa menuntut ilmu (Brahmacari Asrama).
Dalam ajaran Hindu, masa Brahmacari merupakan fase krusial pembentukan jati diri. Pada tahapan ini, para pelajar tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga wajib memiliki ketahanan moral dan kedisiplinan batin melalui pengamalan ajaran agama secara berkesinambungan.
Penyuluh Agama Hindu KUA Kecamatan Ngambur, Gusti Ayu Satyaningsih, menjelaskan bahwa pemahaman ajaran agama tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan spiritual harian.
"Sadhana merupakan sarana latihan kerohanian untuk mendisiplinkan pikiran dan perilaku. Salah satu bentuk penerapan ajaran Sadhana yang paling mendasar bagi siswa adalah kebiasaan membaca dan melantunkan sloka dari Kitab Suci Bhagavadgita secara rutin," ungkap Gusti Ayu Satyaningsih (4/9/2026).
Sesi pembinaan berlangsung interaktif saat para siswa dipandu untuk mempraktikkan langsung teknik pembacaan dan pelantunan sloka Bhagavadgita. Melalui lantunan ayat-ayat suci tersebut, para pelajar diajak meresapi nilai-nilai ketenangan batin, kebenaran (Dharma), serta tanggung jawab diri sebagai seorang murid.
Para siswa menyambut antusias kesempatan praktik langsung ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjadikan pelantunan sloka Bhagavadgita sebagai bagian dari Sadhana mandiri yang dijalankan saban hari di rumah.
Melalui pembinaan berbasis sastra agama ini, Kemenag Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda Hindu agar memiliki pemahaman keagamaan yang utuh, berkarakter positif, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: Wayan Suryadi Desta