Implementasi Pawongan Tri Hita Karana, SDHD Banjar Jaksel Salurkan Beasiswa OTAK'S Batch 1

SDHD Banjar Jakarta Selatan menyalurkan Dana Bantuan Pendidikan melalui Program Orang Tua dan Anak Asuh Kolektif (OTAK’S) Batch 1 di Pura Amrta Jati

Jakarta Selatan (Bimas Hindu) — Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia keumatan serta mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana, khususnya pada aspek Pawongan (hubungan harmonis antarsesama manusia), SDHD Banjar Jakarta Selatan menyalurkan Dana Bantuan Pendidikan melalui Program Orang Tua dan Anak Asuh Kolektif (OTAK’S) Batch 1 di Pura Amrta Jati, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026).

Program beasiswa ini merupakan bentuk kolaborasi antara pengurus SDHD Banjar Jakarta Selatan dan Penyuluh Agama Hindu Wilayah Jakarta Selatan, Ni Nengah Dwi Anggraini, dalam menggalang kepedulian donatur untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak umat Hindu.

Sebanyak 15 anak asuh secara resmi ditetapkan sebagai penerima manfaat Program OTAK’S Batch 1. Bantuan pendidikan disalurkan setiap tiga bulan melalui rekening orang tua, wali, atau anak asuh untuk mendukung pemenuhan kebutuhan belajar selama satu tahun.

Ketua Tim OTAK’S, Putu Andika, menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini didukung penuh oleh swadaya umat Hindu di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.

"Kami berharap Program OTAK’S dapat terus berjalan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Kami bersama tim akan terus berupaya mengajak lebih banyak donatur agar semakin banyak anak yang dapat memperoleh manfaat dari program ini," ujar Putu Andika.

Sementara itu, Ketua SDHD Banjar Jakarta Selatan, I Made Budhi Purnama, mengajak masyarakat Hindu untuk memperluas makna tradisi mepunia agar tidak hanya terfokus pada upacara ritual keagamaan, melainkan juga menyentuh aspek sosial pendidikan.

"Jangan sampai muncul anggapan bahwa mepunia untuk upacara lebih penting daripada membantu sesama. Aspek Pawongan harus menjadi perhatian utama. Ketiga unsur dalam Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan, memiliki kedudukan yang setara dan sangat penting dalam kehidupan keumatan," tegas I Made Budhi Purnama.

Penasehat SDHD Banjar Jakarta Selatan, Ida Bagus Wisnu Wardhana, turut berpesan kepada para siswa penerima bantuan agar memanfaatkan dana pendidikan dengan sebaik-baiknya dan tetap aktif mempraktikkan ajaran agama di lingkungan pura.

Melalui program pendampingan pendidikan ini, Ditjen Bimas Hindu terus mendukung inisiatif swadaya keumatan berbasis gotong royong sebagai wujud nyata penguatan ketaatan agama dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA