Tangerang (BIMAS HINDU) — Pendidikan agama sejatinya tidak berakhir saat seorang siswa menerima selembar sertifikat kelulusan. Sebaliknya, momen tersebut adalah titik awal di mana pemahaman akan nilai-nilai budi pekerti diuji dan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan substansial inilah yang ditekankan oleh Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten saat memberikan arahan dalam agenda pelepasan siswa (Samawartana) Pasraman Parabhusati, Minggu (19/07/2026).
Berlangsung di kawasan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kegiatan ini menandai selesainya masa studi bagi peserta didik kelas 12 tingkat Sekolah Menengah Atas Tahun Ajaran 2025-2026.
Dalam pembinaannya, Pembimas Hindu menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Vidya Kertajaya Tangerang dan jajaran pengurus Pasraman Parabhusati yang terus konsisten menjadi laboratorium pembentukan karakter umat.
"Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti adalah fondasi utama. Generasi muda kita tidak hanya dituntut cerdas, tetapi harus tangguh secara mental dan berakhlak mulia. Ilmu yang telah didapatkan di Pasraman ini harus benar-benar diaplikasikan. Jadikan nilai-nilai Dharma sebagai kompas dalam keluarga, masyarakat, dan saat melangkah ke jenjang pendidikan tinggi nantinya," tegas Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Banten.
Menariknya, pelepasan siswa tahun ini tidak dirayakan dengan gegap gempita. Ketua Pasraman Parabhusati menjelaskan bahwa format Samawartana sengaja dikemas dalam kesederhanaan, mengingat umat saat ini tengah memusatkan energi dan persiapan menuju puncak karya Ngenteg Linggih Parabhusati dalam waktu dekat.
Langkah ini membuktikan bahwa Pasraman lebih mengedepankan makna dan substansi kelulusan alih-alih perayaan yang bersifat fisik semata. Meski digelar sederhana, prosesi penyerahan sertifikat tetap memancarkan kekhidmatan dan nilai spiritual yang tinggi.
Usai agenda pelepasan, kegiatan pembinaan umat langsung dilanjutkan dengan forum diskusi keagamaan. Melalui kehadiran pemerintah dalam setiap denyut nadi pendidikan keagamaan ini, Kemenag Banten berharap sinergi harmonis antara pemerintah dan lembaga pendidikan Hindu di wilayah Banten dapat semakin kokoh, demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, moderat, dan berintegritas.