Mantapkan Langkah Calon Pengantin, Program Rumah Bina Nikah Karangasem Hadir di Desa Bungaya

Program inovatif Rumah Bina Nikah (RBN).

Karangasem (Bimas Hindu) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karangasem terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun ketahanan keluarga Hindu di akar rumput melalui program inovatif Rumah Bina Nikah (RBN). Bertempat di Banjar Dinas Desa, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, jajaran Penyuluh Agama Hindu bersama Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Bebandem dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) setempat, hadir bersinergi memberikan pembekalan langsung kepada para calon pengantin, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bimbingan pranikah ini dirancang khusus untuk memantapkan kesiapan calon pengantin sebelum mereka benar-benar menapaki fase kehidupan berumah tangga, atau yang dalam ajaran Hindu dikenal dengan sebutan masa Grehastha Asrama. Melalui forum ini, para peserta diberikan pemahaman yang sangat mendalam mengenai makna sakral dari sebuah ikatan perkawinan (Wiwaha). Mereka juga diedukasi perihal pembagian tanggung jawab yang adil antara suami dan istri, serta pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera berlandaskan nilai-nilai luhur ajaran agama.

Terkait kedalaman makna pernikahan tersebut, Penyuluh Agama Hindu, Wayan Agustika, memberikan pandangannya di hadapan para calon pengantin. Ia menekankan bahwa pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal menuju tanggung jawab yang lebih besar.

"Memasuki fase Grehastha Asrama sesungguhnya bukanlah sekadar penyatuan dua individu semata, melainkan penyatuan dua keluarga besar dan penyatuan visi kehidupan. Oleh karena itu, kesiapan mental, kematangan spiritual, dan pemahaman yang utuh akan swadharma atau kewajiban berumah tangga, sangatlah esensial sebagai fondasi utama untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan demi mewujudkan keluarga yang harmonis," tegas Wayan Agustika memberikan wejangan.

Melalui program edukasi Rumah Bina Nikah yang digelar secara berkesinambungan ini, Kemenag Karangasem menaruh harapan besar agar setiap pasangan calon pengantin memiliki bekal kesiapan mental, spiritual, dan kedewasaan sosial yang benar-benar matang.

Dengan bekal dan fondasi pemahaman ajaran agama yang kuat tersebut, pasangan suami istri kelak diharapkan mampu mewujudkan keluarga Sukhinah Bhawantu sebuah bangunan keluarga yang senantiasa kokoh, penuh kasih sayang, dan damai. Keluarga yang harmonis ini pada akhirnya akan menjadi rahim dan fondasi utama bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang berkarakter unggul, cerdas, dan berkualitas.

 

Kontributor: Finxi


Berita Daerah LAINNYA