Sukadana (Bimas Hindu) — Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam mendampingi warga binaan menjalani masa pembinaan. Hal itu dilakukan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur melalui pembinaan rutin bagi warga binaan beragama Hindu di Rutan Kelas II B Sukadana, Selasa (18/8/2026).
Penyuluh Agama Hindu Kadek Dwi Septiana dan Nyoman Nurmala Dewi memberikan pendampingan kepada tiga warga binaan beragama Hindu. Kegiatan yang berlangsung setiap Selasa tersebut diawali dengan persembahyangan bersama sebagai sarana penguatan spiritual dan mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Setelah persembahyangan, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan mental dan penyampaian materi Panca Sraddha, yakni lima keyakinan dasar dalam ajaran Hindu. Materi disampaikan secara komunikatif agar nilai-nilai keagamaan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pembinaan.
Kadek Dwi Septiana mengajak warga binaan memanfaatkan masa pembinaan sebagai ruang untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Penting bagi kita untuk tetap bersemangat dan menggunakan waktu yang ada untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk belajar, melakukan introspeksi, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kadek.
Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman ajaran, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun sikap positif dan ketahanan mental dalam menghadapi proses pembinaan.
Salah seorang warga binaan, IBMW, mengaku terharu masih mendapat kesempatan mengikuti kegiatan keagamaan di tengah situasi sulit yang sedang dijalaninya.
“Saya merasa terharu karena di saat sedang menghadapi masa yang sulit dan penuh ujian hidup, masih bisa belajar agama dan melakukan kegiatan yang positif di Rutan,” ungkapnya.
Nyoman Nurmala Dewi mengatakan pembinaan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap pekan. Materi dan metode pembelajaran akan dibuat lebih bervariasi agar warga binaan dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan tidak merasa jenuh.
“Kegiatan pembinaan ini akan rutin dilakukan seminggu sekali. Kami akan menggunakan model pembinaan yang seru, kegiatan belajar yang bervariasi, serta praktik yoga sehingga warga binaan dapat mengikuti pembinaan dengan lebih nyaman dan bersemangat,” jelas Nyoman.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, pembinaan tersebut diarahkan untuk membantu warga binaan menemukan ketenangan batin, membangun motivasi, dan menjalani masa pembinaan secara lebih positif.
Kehadiran Penyuluh Agama Hindu di Rutan Kelas II B Sukadana menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan warga binaan tetap memperoleh pendampingan spiritual dan ruang untuk mengembangkan diri selama menjalani proses pembinaan.
Kontributor : I Made Juni Saputra