Makassar (Bimas Hindu) - Ketua Yayasan Sadhana Provinsi Sulawesi Selatan, Nyoman Pujawan, bertemu Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, di Makassar, Selasa (21/7/2026), untuk membahas pemutakhiran data Widyalaya dan penguatan tata kelola pendidikan keagamaan Hindu.
Pertemuan tersebut difokuskan pada sinkronisasi data kelembagaan sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengembangan pendidikan Hindu di Sulawesi Selatan. Data yang akurat dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kondisi riil lembaga pendidikan di lapangan.
I Gusti Ayu Uik Astuti mengatakan validitas data menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program pendidikan keagamaan Hindu.
“Data yang akurat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan program pembinaan yang tepat sasaran. Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan yayasan penyelenggara pendidikan perlu diperkuat agar setiap Widyalaya memiliki data yang valid dan mutakhir,” ujarnya.
Selain pemutakhiran data, kedua pihak juga membahas penguatan administrasi kelembagaan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pengelolaan sarana prasarana, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola Widyalaya.
Nyoman Pujawan menyatakan Yayasan Sadhana siap mendukung proses sinkronisasi data dan pembenahan administrasi lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.
“Kami berkomitmen mendukung pemutakhiran data dan penguatan tata kelola Widyalaya melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti perlunya penyelarasan data peserta didik, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan administrasi kelembagaan agar seluruh informasi dapat terintegrasi secara lebih akurat.
Pertemuan itu juga menghasilkan kesepahaman untuk mempercepat pembaruan data Widyalaya sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Hindu di Sulawesi Selatan. Sinkronisasi data diharapkan dapat mendukung proses pembinaan, pengembangan lembaga, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi umat Hindu di daerah tersebut.