Buru, Maluku (Bimas Hindu) – Tidak ada satu pun perbuatan yang sia-sia. Dalam ajaran Hindu, setiap pikiran, perkataan, dan tindakan akan kembali kepada pelakunya melalui hukum Karma Phala. Karena itu, setiap manusia diajak untuk senantiasa menanam kebajikan sebagai bekal kehidupan saat ini maupun kehidupan yang akan datang.
Pesan tersebut menjadi pokok pembinaan yang disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Hadi Nur Slamet, S.Ag., kepada kelompok binaan umat Hindu di Wantilan Pura Tri Puja Karma, Desa Waetina, Kecamatan Waelata, Rabu (15/7/2026). Mengangkat tema "Karma Phala: Jejak Pengabdian yang Membawa Kita Lahir Kembali", kegiatan ini mengajak umat memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang akan menentukan perjalanan spiritual manusia.
Dalam pembinaannya, Hadi menjelaskan bahwa Karma Phala bukan sekadar berbicara tentang pahala dan hukuman, melainkan hukum sebab-akibat yang berlaku secara adil bagi setiap makhluk.
"Karma berarti perbuatan, sedangkan phala berarti buah atau hasil. Jadi, Karma Phala adalah hukum sebab-akibat. Segala sesuatu yang kita lakukan, ucapkan, dan pikirkan, baik maupun buruk, pasti akan membuahkan hasil yang kembali kepada diri kita sendiri," ujar Hadi.
Ia menambahkan bahwa perjalanan hidup manusia tidak berhenti ketika raga berakhir. Menurutnya, kualitas kelahiran kembali sangat ditentukan oleh jejak karma yang dikumpulkan selama menjalani kehidupan.
"Setiap kelahiran adalah kesempatan baru dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk memperbaiki jejak kita, membersihkan karma, dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya," katanya.
Lebih lanjut, Hadi mengingatkan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Pengabdian juga hadir dalam tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan, seperti menghormati orang tua dan guru, membantu sesama, menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
"Mari kita jadikan setiap langkah hidup ini sebagai jejak pengabdian yang indah. Mulai dari hal sederhana, seperti berbicara dengan lembut, membantu yang membutuhkan, menjaga alam, dan memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan tulus," tuturnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan umat Hindu di Desa Waetina semakin memahami bahwa ajaran Karma Phala bukan sekadar konsep yang dipelajari, tetapi nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terus menanam kebajikan dan menjadikan setiap tindakan sebagai bentuk pengabdian, umat diharapkan mampu membangun kehidupan yang harmonis sekaligus mendekatkan diri pada tujuan tertinggi, yakni mencapai Moksa.