Klaten (Bimas Hindu) – Persembahyangan rutin menjadi ruang bagi umat Hindu di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus menjaga kebersamaan. Kegiatan yang berlangsung di Pura Pucangsari, Selasa (11/8/2026), dihadiri pemangku, Penyuluh Agama Hindu, dan umat Hindu setempat.
Persembahyangan malam Rabu tersebut mengangkat tema “Hati Menjadi Tempat Tuhan Berdiam.” Di tengah kesibukan sehari-hari, umat meluangkan waktu untuk berdoa dan melakukan persembahyangan bersama dalam suasana khidmat.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Agus Pamungkas, turut hadir dan memberikan penguatan kepada umat. Ia mengajak umat menjaga keberlangsungan persembahyangan rutin sebagai bagian dari kehidupan keagamaan sekaligus ruang untuk mempererat hubungan antarsesama.
“Diharapkan selalu melaksanakan persembahyangan rutin setiap hari Selasa agar memiliki rasa kebersamaan,” ujar Agus Pamungkas.
Menurut Agus, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kehidupan spiritual. Pertemuan umat juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan menjaga persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindu.
“Dengan melaksanakan persembahyangan secara rutin, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga dapat mempererat persaudaraan dan kerukunan antarsesama umat Hindu,” katanya.
Kehadiran penyuluh di tengah umat menjadi bagian dari pendampingan keagamaan yang dilakukan secara langsung. Melalui pertemuan seperti ini, penyuluh dapat berinteraksi dengan umat sekaligus memberikan penguatan sesuai dengan kebutuhan kehidupan keagamaan di masyarakat.
Agus juga mengingatkan pentingnya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan pada waktu tertentu. Konsistensi dalam beribadah, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
“Persembahyangan rutin hendaknya terus dijaga karena selain menjadi bagian dari kehidupan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan umat,” ungkapnya.
Kegiatan di Pura Pucangsari berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Pemangku, penyuluh, dan umat mengikuti persembahyangan bersama sekaligus memperkuat hubungan sosial di antara mereka.
Persembahyangan rutin tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang mempertemukan umat secara berkala. Dari ruang persembahyangan, nilai spiritual dan kebersamaan berjalan beriringan dalam kehidupan umat Hindu di Kecamatan Ceper.
Kontributor : I Made Juni Saputra