Perkuat SDM Keagamaan di Wilayah Afirmasi, Tokoh dan Pinandita Hindu Papua Barat Bertolak Tirtayatra ke India

Belasan tokoh agama dan pinandita Hindu dari pelosok Papua Barat bersiap menjejakkan kaki di pusat-pusat peradaban dan situs suci keagamaan di India.

Manokwari (Bimas Hindu) — Belasan tokoh agama dan pinandita Hindu dari pelosok Papua Barat bersiap menjejakkan kaki di pusat-pusat peradaban dan situs suci keagamaan di India. Perjalanan spiritual (tirtayatra) ini dirancang untuk menggembleng wawasan keagamaan, memperdalam pemahaman sastra, serta memperkokoh kapasitas kepemimpinan keumatan di Tanah Papua melalui pelepasan resmi di Manokwari pada Kamis (24/9/2026).

Rombongan yang terdiri atas 15 peserta meliputi Pembimas Hindu, para Pinandita, ketua lembaga, serta tokoh masyarakat Hindu akan melintasi Rangkaian tempat bersejarah di India. Program kolaborasi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Papua Barat ini menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam memberikan kesetaraan pelayanan keagamaan di wilayah afirmasi dan 3T. Langkah ini sejalan dengan pilar Asta Protas Kementerian Agama dan visi Asta Cita Presiden dalam memperkuat pembangunan manusia berkarakter dari wilayah pinggiran.

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Papua Barat, I Gusti Ketut Suardana, menjelaskan bahwa perjalanan ziarah ini difokuskan pada penguatan literasi dan pengalaman keagamaan para pemangku adat serta pemuka agama yang sehari-hari mengayomi masyarakat di daerah.

"Para Pinandita dan tokoh yang berangkat merupakan garda terdepan pelayanan umat di daerah. Melalui tirtayatra ini, mereka menyerap langsung nilai-nilai sejarah dan kedalaman ajaran agama untuk kemudian ditransformasikan sekembalinya ke Tanah Papua dalam bentuk pembinaan umat yang lebih berkualitas dan inklusif," memaparkan Suardana.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menggaransi komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi kebutuhan spiritual seluruh komponen masyarakat tanpa diskriminasi. Menurutnya, ketahanan spiritual para tokoh agama merupakan fondasi utama dalam merawat kedamaian dan stabilitas pembangunan di Papua Barat.

"Pemerintah provinsi memastikan ruang pelayanan keagamaan terbuka secara adil. Kami menitipkan harapan besar agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan, serta membawa pulang pemikiran spiritual yang menyejukkan untuk memperkuat kerukunan di bumi Papua," sebut Dominggus saat melepas rombongan di Swiss-Belhotel Manokwari.

Prosesi pelepasan tersebut juga diselimuti doa bersama untuk mengenang almarhum I Ketut Piaga, salah satu peserta yang berpulang sebelum keberangkatan. Kemenag Papua Barat memastikan program penguatan kapasitas keagamaan ini akan dikawal secara berkesinambungan agar pengalaman yang didapat para peserta mampu menggerakkan potensi keumatan, memperkuat moderasi, serta mendorong kemandirian masyarakat Hindu di wilayah timur Indonesia.

 

Kontributor: Ni Komang Astiti Santhi Devi


Berita Daerah LAINNYA