Program Ruang Pulih, Kemenag Bangli Bekali Warga Binaan Keterampilan Produktif

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli mendampingi warga binaan dalam pelatihan pembuatan katik sate melalui Program Ruang Pulih.

Bangli (Bimas Hindu) Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Penyuluh Agama Hindu membekali 11 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA dengan keterampilan membuat katik sate. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Ruang Pulih yang memadukan pembinaan spiritual, mental, dan keterampilan untuk mendukung proses pemulihan sekaligus mempersiapkan kemandirian warga binaan.

Katik sate dipilih bukan hanya karena menjadi salah satu sarana upakara yang digunakan dalam ritual keagamaan Hindu di Bali. Keterampilan pembuatannya juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang bernilai ekonomi setelah warga binaan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini mendampingi peserta mengenal fungsi katik sate hingga mempraktikkan proses pembuatannya secara langsung.

Proses pembuatan katik sate sekaligus menjadi media untuk menanamkan karakter positif. Ketelitian, kerapian, kesabaran, ketekunan, tanggung jawab, dan kemandirian menjadi nilai yang ditekankan selama warga binaan mengikuti pelatihan.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat katik sate, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, ketelitian, kemandirian, dan tanggung jawab. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk berkarya dan memiliki peluang ekonomi setelah kembali ke keluarga dan masyarakat,” ujar I Wayan Sudarma.

Ni Wayan Wiraswastini menambahkan, keterampilan yang diberikan melalui Program Ruang Pulih diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Warga binaan didorong untuk mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri sebagai bagian dari proses membangun kehidupan yang lebih baik.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri. Yang terpenting, pembinaan ini dapat memberikan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Wiraswastini.

Program Ruang Pulih juga menjadi bagian dari pembinaan spiritual dan mental melalui nilai-nilai Dharma. Integrasi pembinaan keagamaan dengan keterampilan praktis diarahkan untuk membantu warga binaan membangun kembali kepercayaan diri, meningkatkan kemandirian, serta mempersiapkan diri agar dapat berperan positif di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sebanyak 11 WBP mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusias. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli berharap Program Ruang Pulih dapat memberikan manfaat nyata bagi proses perubahan, pemulihan, dan kemandirian warga binaan.

Kontributor: I Made Sudiana


Berita Daerah LAINNYA