Bangli (Bimas Hindu) Kementerian Agama Kabupaten Bangli terus memperkuat pendampingan spiritual bagi warga binaan melalui Program Ruang Pulih. Kali ini, sebanyak 81 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli diajak memahami nilai ketuhanan melalui tema “Ketuhanan dalam Aksara dan Mandala.”
Bimbingan keagamaan tersebut diberikan Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini. Melalui pemaknaan aksara dan mandala, warga binaan tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga diajak menjadikannya sebagai ruang refleksi untuk mengenali diri dan membangun perubahan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam bimbingan tersebut, peserta diarahkan untuk memperkuat sraddha dan bhakti, meningkatkan kesadaran diri, serta memahami pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan. Nilai-nilai Dharma juga ditekankan sebagai pedoman untuk membangun sikap bertanggung jawab dan menghargai sesama.
Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma mengatakan penguatan pemahaman keagamaan dapat menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat keyakinan.
“Melalui pemahaman tentang Ketuhanan dalam Aksara dan Mandala, kami berharap warga binaan semakin mampu mengenali nilai-nilai Dharma, mengendalikan diri, dan membangun sikap yang lebih positif dalam menjalani proses pembinaan,” ujar Sudarma.
Sementara itu, Ni Wayan Wiraswastini menekankan pentingnya penguatan spiritual sebagai bagian dari proses memperbaiki diri. Menurut Wiraswastini, pembinaan keagamaan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan ketenangan dan kesadaran dalam diri warga binaan.
“Pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan, kesadaran, dan tanggung jawab sehingga warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” ungkap Wiraswastini.
Melalui Program Ruang Pulih, proses perubahan ditekankan dapat dimulai dari kesadaran diri. Penanaman nilai-nilai Dharma diharapkan membantu warga binaan membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif sekaligus memperoleh ketenangan batin selama menjalani masa pembinaan.
Pendampingan keagamaan secara berkelanjutan juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli berkomitmen terus menghadirkan bimbingan keagamaan sebagai bagian dari penguatan spiritual, pembentukan karakter, dan dukungan terhadap proses pemulihan warga binaan.
Kontributor : I Made Sudiana