Makassar (Bimas Hindu) – Komitmen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyuarakan penguatan kerukunan umat beragama terus diperkokoh. Langkah nyata ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Pembimas Hindu beserta Jajaran dalam kegiatan Kampanye Publik bertajuk Stop IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme) yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar, pada Minggu (19/7/2026).
Kehadiran Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Sulsel dalam ruang publik tersebut bertujuan untuk menyuarakan secara masif pesan-pesan perdamaian. Langkah ini sekaligus menjadi implementasi riil dari Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada poin perawatan kerukunan serta penanaman rasa cinta kemanusiaan.
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme” ini mendapat dukungan penuh dan kolaborasi solid dari 11 organisasi keagamaan serta lintas iman di Sulawesi Selatan. Organisasi tersebut antara lain DPP ICATT, FKUB Sulsel, MUI Sulsel, PGIW Sulselra, Keuskupan Agung Makassar, PHDI Sulsel, DPD WALUBI Sulsel, Permabudhi Sulsel, MATAKIN Sulsel, Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulsel, dan Pemuda Lintas Agama (PELITA) FKUB.
Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Selatan, Gede Durahman, yang hadir langsung dalam kampanye tersebut, menyampaikan pesan perdamaian yang mendalam mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa.
“Merawat harmoni adalah dasar utama untuk membangun bangsa yang damai dan maju. PHDI Sulawesi Selatan tentunya sangat mendukung penuh kegiatan yang menyuarakan kerukunan dan perdamaian melalui kampanye di ruang publik ini. Langkah ini merupakan bentuk penguatan nyata terhadap program Moderasi Beragama, yang dibuktikan dengan hadirnya jajaran pengurus PHDI hari ini,” ujar Gede Durahman.
Senada dengan hal tersebut, Tokoh Wanita Hindu Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, yang turut didaulat memberikan orasi damai, menekankan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah kemajemukan masyarakat.
“Mari kita berjalan bersama di atas segala perbedaan. Kita harus bahu-membahu mencegah masuknya pemikiran intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme. Walaupun kita hidup di dalam lingkungan yang heterogen, mari kita tetap hidup harmonis dan damai,” ajak Ayu seraya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi kampanye publik tersebut.
Pemilihan kawasan Car Free Day Boulevard Makassar dinilai sangat strategis dan efektif sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat luas. Selain menjadi pusat interaksi berbagai kalangan masyarakat, lokasi olahraga, dan geliat UMKM, CFD menjadi panggung yang tepat untuk membumikan esensi moderasi, kerukunan, toleransi, serta rasa cinta tanah air. Kegiatan ini turut disaksikan dan dihadiri oleh perwakilan Densus 88 AT Polri serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
Sebagai penutup aksi simpatik tersebut, seluruh tokoh lintas agama yang hadir, termasuk Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, melakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama. Deklarasi ini menegaskan tekad bersama untuk melawan segala bentuk IRET demi mewujudkan tatanan masyarakat yang sesuai dengan tagline aksi: Sehat, Damai, dan Harmonis.