Bogor (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan Candi Bentar di Pura Vira Canti Dharma, Sentul, Kabupaten Bogor, pada Jumat (25/07/2025).

Kegiatan ini diawali dengan Upacara Ngeruak, sebuah ritual pembersihan dan permohonan restu yang dilaksanakan di area pura. Turut hadir dalam kegiatan ini Ada hadir dari para Pinandita, Binroh Hindu Kementerian Pertahanan Kolonel TNI Ida Idewa Gede Putra, mahasiswa Hindu Unhan, Ketua Banjar Cibinong, serta umat Hindu setempat, menciptakan suasana kebersamaan yang kental.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu mengajak para mahasiswa Hindu yang menempuh studi di Unhan untuk senantiasa menjaga spiritualitas melalui sembahyang. “Ilmu pengetahuan dan pertahanan harus sejalan dengan nilai-nilai spiritual. Di mana pun berada, jangan pernah lupa sembahyang,” pesan Prof. Duija.
Pembangunan Candi Bentar ini bukan merupakan pengganti struktur yang lama, tetapi merupakan gerbang baru yang dibangun menghadap langsung Gedung Rektorat Unhan. Candi ini diproyeksikan menjadi ikon spiritual dan budaya yang memperkuat identitas Pura sekaligus mendukung keberadaan kampus berbasis pertahanan tersebut.

Penglingsir Pura Vira Canti Dharma, Letkol Pur Jro MK I Gusti Ngurah Jelantik, menyampaikan bahwa posisi strategis Pura di atas kampus menjadikannya sebagai simbol spiritualitas yang dapat dibanggakan oleh civitas akademika dan umat Hindu. Ia mengungkapkan, “Pura ini akan menjadi pusat wisata religi dan spiritual umum yang memadukan tiga kekuatan utama.”
Tiga unsur utama yang ditonjolkan, menurut Jro Mangku I Gusti Ngurah Jelantik, yaitu:
1. Pura sebagai tempat ibadah yang dirancang seindah mungkin, dilengkapi dengan sarana pendukung upacara seperti gamelan, kursi-meja berbagai ukuran, AC, kipas besar, dapur, genset, serta ruang linggih bagi Ida Pedanda.
2. Kampus Unhan sebagai magnet spiritual dan pendidikan, tempat para mahasiswa Hindu belajar secara gratis dengan tetap mengedepankan nilai kebangsaan.
3. Potensi wisata sejarah dan nasionalisme, di mana pengunjung dapat menyaksikan area pelatihan pasukan PBB, Gong Perdamaian Dunia, Patung Perdamaian, serta Bendera Merah Putih terbesar berukuran 20 x 30 meter, lengkap dengan dokumentasi misi PBB yang historis.
Pembangunan Candi Bentar ini ditargetkan rampung dalam waktu satu setengah bulan dan dijadwalkan selesai pada akhir Agustus 2025. Menariknya, seluruh biaya pembangunan berasal dari donatur non-Hindu, mencerminkan nilai gotong royong lintas keyakinan. Prosesi Melaspas atau peresmian suci candi direncanakan setelah pembangunan tembok penyengker selesai, dengan harapan dapat melibatkan Menteri Pertahanan RI, Rektor Unhan, PHDI Pusat, dan Dirjen Bimas Hindu Kemenag.
Pura Vira Canti Dharma tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga simbol keharmonisan antara spiritualitas, pendidikan, dan nasionalisme di tengah keberagaman Indonesia.