Wisuda Perdana Universitas Markandeya, Bukan Hanya Sukses tetapi Harus Berdampak

Sukses bukan sekadar meraih gelar, tetapi menghadirkan manfaat bagi sesama. Wisuda perdana Universitas Markandeya menjadi awal bagi para lulusan untuk berkarya dengan kompetensi, integritas, dan Dharma.

Denpasar (Bimas Hindu) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, menghadiri Wisuda Perdana Universitas Markandeya Tahun 2026 di Hotel Aston Denpasar, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu mengimbangi penguasaan teknologi dengan integritas dan karakter agar mampu menghadapi perubahan zaman serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Prof. I Nengah Duija mengatakan, perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Kondisi tersebut menuntut lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa mengabaikan tanggung jawab moral.

“Teknologi dapat memperluas kemampuan manusia, tetapi Dharma yang menuntun manusia menggunakan kemampuannya secara bijaksana. Kecerdasan dapat membawa seseorang menuju kemajuan, tetapi karakterlah yang menentukan ke mana kemajuan itu diarahkan,” ujar Duija dalam sambutannya.

Menurut dia, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki gelar akademik. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan ajaran Hindu Tri Kaya Parisudha, yang menekankan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Nilai tersebut, kata dia, relevan menjadi landasan bagi lulusan dalam membangun profesionalisme, menjaga kejujuran, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan pekerjaan.

“Dunia kerja dan kehidupan masyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus dapat dipercaya. Karena itu, kejujuran harus berjalan bersama keahlian, profesionalisme harus disertai tanggung jawab, dan keberhasilan harus diimbangi kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Dirjen Bimas Hindu juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus disertai kemampuan menilai kebenaran informasi dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Menurut dia, teknologi dapat mempercepat proses kerja dan membantu menghasilkan informasi, tetapi manusia tetap bertanggung jawab atas ketepatan keputusan serta dampak penggunaannya.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Dharma perlu diterapkan tidak hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam kegiatan akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pelaksanaan profesi. Dengan landasan itu, lulusan diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus mempertahankan integritas dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Selain menekankan karakter dan kecakapan teknologi, Duija mendorong para wisudawan untuk menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi karya yang bermanfaat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada kelulusan, tetapi perlu diwujudkan melalui inovasi, pemecahan masalah, dan pengabdian yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori atau sekadar menjadi gelar akademik. Ilmu harus diwujudkan dalam kompetensi, inovasi, pemecahan masalah, dan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Karma Yoga, yakni pengabdian melalui tindakan yang dilakukan dengan tanggung jawab dan ketulusan. Duija mengajak lulusan untuk memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahlian masing-masing, baik melalui pekerjaan profesional, pengembangan inovasi, maupun keterlibatan dalam menjawab persoalan di lingkungan sekitar.

Kepada pimpinan dan sivitas akademika Universitas Markandeya, ia juga berpesan agar wisuda perdana menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan penelitian, serta memperkuat inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, kualitas lulusan dan karya yang dihasilkan akan turut membentuk reputasi serta kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi.

Sebagai lulusan angkatan pertama, para wisudawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater melalui kompetensi, perilaku, dan karya nyata. Kelulusan, menurut Duija, bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menerapkan ilmu dan memberikan manfaat bagi sesama.

Wisuda perdana Universitas Markandeya menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata. Berbekal kompetensi, integritas, dan nilai-nilai Dharma, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Berita Pusat LAINNYA