Lombok Barat (BIMAS HINDU) — Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Pratama Widyalaya Dharma Santi Tambang Eleh, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, menggelar upacara Upanayana perdana. Kegiatan sakral ini dilaksanakan di Pura Jenggala, Tambang Eleh, pada Selasa (07/07/2026).
Upacara penyucian diri ini diikuti oleh 20 sisya (peserta didik) angkatan pertama. Prosesi suci yang dianteb secara langsung oleh Pinandita Sandya Citta dari Dusun Tambang Eleh tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para acarya (pendidik), orang tua/wali murid, jajaran pengelola yayasan, serta Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Kuripan.
Upanayana merupakan salah satu upacara yang memiliki makna mendalam dalam tradisi pendidikan Hindu. Melalui prosesi ini, para sisya disiapkan secara spiritual dan mental untuk menempuh proses pembelajaran. Harapannya, mereka kelak memiliki budi pekerti luhur, kedisiplinan, serta senantiasa menjadikan ajaran dharma sebagai pedoman dalam berpikir, berkata, dan berperilaku.
Suasana kebersamaan yang terjalin antara peserta didik, pendidik, orang tua, dan pengelola yayasan mencerminkan sinergi yang kuat dalam membentuk generasi muda Hindu yang cerdas dan berakhlak mulia. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum spiritual untuk memohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh proses pendidikan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata.
Pendiri sekaligus Pengelola Yayasan Dharma Tambang Eleh, I Wayan Perean, menegaskan komitmen lembaganya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Hindu yang berkualitas di wilayah Kecamatan Kuripan.
"Sebagai langkah serius kami dalam membangun unit pendidikan di bawah naungan yayasan ini, dalam waktu dekat kami akan segera mengurus perizinan operasionalnya di Kementerian Agama," terang Wayan.
Mendukung langkah strategis yayasan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Kuripan, I Ketut Widiyana, S.Pd., yang turut hadir dalam acara menyampaikan pandangannya mengenai urgensi kegiatan ini bagi pembentukan karakter anak.
"Upanayana bukan sekadar rangkaian upacara keagamaan, tetapi merupakan momentum suci untuk menanamkan nilai-nilai dharma sejak dini kepada para sisya. Melalui proses ini, anak-anak dipersiapkan menjadi generasi yang berkarakter, berdisiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kecerdasan spiritual sebagai bekal dalam menempuh pendidikan dan kehidupan bermasyarakat," papar Widiyana.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat menentukan keberhasilan pendidikan. "Sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam melahirkan generasi Hindu yang unggul, berbudaya, dan mampu mengamalkan ajaran dharma di mana pun mereka berada," imbuhnya.
Melalui pelaksanaan Upanayana perdana ini, Pratama Widyalaya Dharma Santi Tambang Eleh mengukuhkan visinya untuk menghadirkan pendidikan komprehensif. Lembaga ini berkomitmen untuk tidak hanya fokus mengembangkan aspek akademik, tetapi juga konsisten membentuk karakter moral dan spiritual peserta didik sesuai dengan nilai-nilai luhur agama Hindu.