Medan (Bimas Hindu) - Pembinaan keagamaan terus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan pemasyarakatan. Selama empat hari, 8–11 Juni 2026, kegiatan pembinaan keagamaan dan penguatan spiritual bagi warga binaan beragama Hindu dilaksanakan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat perubahan diri.
Kegiatan berlangsung di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, yakni Lapas Kelas IIA Binjai, Lapas Kelas I Medan, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, dan Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Program tersebut menyasar warga binaan beragama Hindu dengan materi yang berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual, pembinaan mental, serta motivasi kehidupan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai ajaran agama Hindu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya pengendalian diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Mewakili Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi Sumatera Utara, Elirosa Tarigan, jajaran Staf Bimas Hindu menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membantu warga binaan membangun kesadaran diri dan memperkuat karakter positif selama menjalani masa pembinaan.
“Pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman ajaran agama, tetapi juga membangun kesadaran, kedisiplinan, dan harapan bagi warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaannya,” ujar Elirosa Tarigan.
Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi keagamaan, dialog interaktif, pembinaan spiritual, serta sesi motivasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang refleksi sekaligus memperkuat ketahanan mental warga binaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain aktif mengikuti sesi pembinaan, para warga binaan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait perjalanan hidup serta harapan mereka setelah kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui pembinaan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga membangkitkan semangat untuk memperbaiki diri.
“Kami merasa diperhatikan dan mendapatkan semangat baru melalui pembinaan ini. Materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk memperkuat keyakinan dan menjadi bekal bagi kami untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Pembinaan keagamaan bagi warga binaan merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang menempatkan aspek spiritual sebagai salah satu fondasi penting dalam proses rehabilitasi sosial. Melalui penguatan nilai-nilai agama, warga binaan diharapkan memiliki bekal moral dan mental yang lebih kuat untuk membangun kehidupan yang produktif setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pembinaan yang berlangsung di empat UPT Pemasyarakatan tersebut memperlihatkan pentingnya sentuhan keagamaan dalam proses pembentukan karakter. Selain memperkuat keyakinan dan ketenangan batin, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
#Bimas Hindu #Hindu #Pembimas Hindu Sumut