Perkuat Ketahanan Keluarga dan Cegah Stunting, Bimas Hindu Bekali 30 Pasang Calon Pengantin di Lampung Tengah

Bimbingan Pranikah Terpadu bagi Calon Pengantin Hindu Tahun 2026 di Bandar Jaya

Lampung Tengah (Bimas Hindu) — Dalam upaya mewujudkan ketahanan keluarga yang harmonis, melahirkan generasi sehat bebas stunting, serta mengeksekusi program prioritas Rumah Bimbingan Keluarga Sukinah (RBKS), Bimas Hindu Lampung Tengah menggelar Bimbingan Pranikah Terpadu bagi Calon Pengantin Hindu Tahun 2026 di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Kamis (30/09/2026).

Kegiatan pembekalan terpusat ini diikuti secara antusias oleh 30 pasang calon pengantin (60 peserta) yang merupakan perwakilan pasangan muda dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Penyelenggara Bimas Hindu Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, menyampaikan bahwa bimbingan pranikah ini dirancang secara komprehensif sebagai bekal mental, spiritual, dan fisik bagi pasangan muda sebelum memasuki jenjang perkawinan.

“Perkawinan bukan sebatas menyatukan dua pribadi, melainkan proses membangun fondasi keluarga yang dilandasi nilai-nilai agama, tanggung jawab, komunikasi, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Kegiatan ini dihadirkan untuk mencetak Keluarga Sukinah yang memiliki ketahanan tangguh serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Dewa Gede Raka Ananta.

Guna memberikan pembekalan yang utuh, Bimas Hindu menghadirkan narasumber lintas bidang. Pembekalan mencakup materi Moderasi Beragama dalam keluarga, Pokok-Pokok Perkawinan Hindu oleh Tim RBKS Lampung Tengah, pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh Akademisi STAH Lampung, serta panduan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Stunting Dini oleh Tenaga Fungsional RSUD Lampung Tengah.

Mewakili pimpinan, Kepala Kantor Bimas Hindu setempat, H. Maryan Hasan, menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi pembentukan karakter manusia, di mana nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan tanggung jawab mulai ditanamkan.

“Moderasi beragama dalam rumah tangga berarti membangun kehidupan keluarga dengan rasa saling menghormati, mengedepankan kasih sayang, serta mengelola perbedaan secara bijaksana. Keluarga yang harmonis akan menjadi fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang rukun dan damai,” tegas Maryan Hasan.

Melalui bimbingan pranikah terpadu dan berkelanjutan ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi RBKS di seluruh daerah guna menekan angka perceraian, mencegah stunting sejak dini, serta mewujudkan keluarga Hindu yang mandiri, bahagia, dan sejahtera.

 

Kontributor: Suwarta


Berita Daerah LAINNYA