Implementasi RBKS Remaja, Bimas Hindu Klungkung Sosialisasi Kepemimpinan dan Pencegahan Perundungan

Kampanye Keagamaan Ramah Masyarakat (KARMA)

Klungkung (Bimas Hindu) — Dalam upaya mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta bebas dari aksi perundungan, Bimas Hindu Klungkung menggelar edukasi Kampanye Keagamaan Ramah Masyarakat (KARMA) bagi 40 pengurus OSIS baru SMAN 1 Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (29/9/2026).

Pembinaan ini mengintegrasikan tiga materi utama yang sangat erat dengan dinamika remaja, yakni kepemimpinan Hindu (Asta Brata), persiapan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) sejak usia remaja, serta pencegahan perundungan (anti-bullying).

Melalui penanaman nilai Asta Brata, para pengurus organisasi siswa diajak memahami delapan kepemimpinan ideal Hindu yang mengedepankan tanggung jawab, keteladanan, pengendalian diri, serta sikap mengayomi dalam berorganisasi.

Tim Pembina Bimas Hindu Klungkung, I Nyoman Tirtayasa, menyampaikan bahwa pemahaman kepemimpinan berbasis ajaran agama sangat penting untuk membentuk sikap mental siswa yang berintegritas dan mampu menjadi teladan bagi rekan sebaya.

“Seorang pemimpin siswa perlu memiliki karakter yang mengayomi, mengendalikan diri, serta menghargai orang lain. Pembekalan Asta Brata ini menjadi pedoman dalam menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab,” ujar I Nyoman Tirtayasa.

Selain kepemimpinan, Bimas Hindu Klungkung mengenalkan konsep RBKS sejak dini kepada para pelajar. Kesiapan membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas tidak dimulai saat pernikahan, melainkan dibangun sejak remaja melalui pembentukan karakter, kemampuan menjaga pergaulan sehat, serta kesiapan emosional.

Pembina Bimas Hindu Klungkung lainnya, Ayu Putri Suryaningrat, menambahkan bahwa penanaman nilai toleransi dan anti-bullying menjadi fokus penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

“Pembinaan remaja harus menyentuh kebutuhan nyata mereka. Kami berharap para siswa mampu menerapkan nilai keagamaan dalam berorganisasi, menjaga pergaulan, serta aktif menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan bebas dari perundungan,” tegas Ayu Putri Suryaningrat.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Banjarangkan, I Kadek Suantika, menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memberikan edukasi moral-spiritual yang relevan dengan tantangan harian para siswa di sekolah.

Melalui program integratif ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pembinaan generasi muda di berbagai daerah guna mewujudkan pendidikan agama yang berdampak, ramah anak, dan berorientasi pada kemajuan karakter bangsa.

 

Kontributor: I Putu Wisnawa Jaya Antika


Berita Daerah LAINNYA