Empat Widyalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Hindu

Empat Widyalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Hindu

Yogyakarta (Bimas Hindu) - Penguatan tata kelola satuan pendidikan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan Hindu di tengah tantangan perkembangan zaman. Untuk mendukung hal tersebut, Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Widyalaya secara daring pada Rabu (10/6/2026) dengan mengangkat tema “Tata Kelola Satuan Pendidikan”.

Kegiatan yang diikuti guru Widyalaya, kepala sekolah, dan pengurus yayasan keagamaan Hindu se-DIY itu menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pengelola pendidikan Hindu agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pembimas Hindu DIY, Didik Widya Putra, mengatakan bahwa keberadaan empat Widyalaya yang saat ini aktif di DIY merupakan capaian penting dalam pengembangan pendidikan keagamaan Hindu. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tersebut menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi Hindu yang memiliki karakter, wawasan, dan pemahaman keagamaan yang kuat.

“Kehadiran tiga Pratama Widyalaya dan satu Adi Widyalaya di DIY merupakan capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan. Widyalaya adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi Hindu yang berkarakter, berpengetahuan, dan berlandaskan nilai-nilai dharma,” ujar Didik saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, pengembangan Widyalaya tidak terlepas dari berbagai tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) guru. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, yayasan, dan para pendidik menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan pendidikan Hindu.

“Tantangan keterbatasan SDM harus dijawab dengan semangat kebersamaan, komitmen, dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan. Seluruh unsur Widyalaya perlu memiliki visi yang sama untuk memajukan pendidikan Hindu,” katanya.

Dalam sesi materi, narasumber Miswanto menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan satuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang berintegritas dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Ia mengangkat filosofi tembang Dhandhanggula “Guno Koyo Purun Den Antepi” sebagai nilai yang relevan dalam tata kelola lembaga pendidikan. Menurutnya, guno mencerminkan kapasitas dan kompetensi, koyo menggambarkan integritas serta kualitas moral, sedangkan purun menunjukkan keberanian menghadapi tantangan dan realitas yang terus berkembang.

“Ketiga nilai tersebut harus menjadi fondasi bagi setiap pemimpin dan pendidik. Tata kelola pendidikan yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan manajerial, tetapi juga pada integritas, komitmen, dan keberanian mengambil langkah untuk kemajuan lembaga,” jelasnya.

Saat ini, DIY memiliki empat Widyalaya yang terdiri atas Pratama Widyalaya Kondho Bumi Sleman, Pratama Widyalaya Saraswati Banguntapan Bantul, Pratama Widyalaya Kumara Sidhi Gunungkidul, serta Adi Widyalaya Gautama Gunungkidul. Keberadaan Widyalaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan keagamaan Hindu sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda Hindu di wilayah DIY.

Bimtek ini juga menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara sekolah, yayasan, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan. Penguatan tata kelola yang profesional dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan Widyalaya mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi umat Hindu.

Kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Hindu tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada tata kelola lembaga yang sehat, transparan, dan adaptif. Karena itu, penguatan kapasitas pengelola pendidikan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan Widyalaya di masa mendatang.

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY


Berita Daerah LAINNYA