Guru Pratama Widyalaya Raih Juara 1 Mendongeng, Buktikan Kreativitas Guru Hindu dalam Pendidikan Anak

Guru Pratama Widyalaya, Yunanda Kiuk, meraih Juara 1 Lomba Mendongeng Guru TK/PAUD se-Kota Kupang Tahun 2026.

Kupang (Bimas Hindu) Prestasi membanggakan diraih Guru Pratama Widyalaya, Yunanda Kiuk, S.Pd., Gr., setelah berhasil meraih Juara 1 Lomba Mendongeng Guru TK/PAUD se-Kota Kupang Tahun 2026 yang diselenggarakan Program Studi PG-PAUD FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Rabu (12/8/2026).

Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi personal Yunanda, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan kapasitas guru Pratama Widyalaya dalam menghadirkan pembelajaran yang edukatif, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak.

Lomba yang diikuti guru TK/PAUD sederajat se-Kota Kupang tersebut mengusung tema “Aku Sayang Bumi”. Peserta diwajibkan menulis sendiri cerita yang akan dibawakan dalam perlombaan, sehingga kemampuan mengolah gagasan sekaligus menyampaikannya secara menarik menjadi bagian penting dalam penilaian.

Yunanda mengangkat kisah dua sahabat, Kiki si tupai dan Momo si rusa. Melalui cerita tersebut, pesan tentang menjaga kebersihan lingkungan disampaikan kepada anak dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Cerita juga mengenalkan perbedaan sampah basah dan sampah kering serta pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala Pratama Widyalaya, Harlin Christin Mata, S.Pt., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Yunanda menunjukkan dedikasi dan kreativitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter anak.

“Kemenangan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, kreativitas, dan komitmen Ibu Yunanda dalam mengembangkan metode pembelajaran yang edukatif dan persuasif. Melalui kegiatan mendongeng, pesan moral dan kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak,” ujar Harlin.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran menjadi pengalaman yang menarik memiliki peran penting dalam pendidikan anak usia dini. Di Pratama Widyalaya, metode bercerita memang menjadi salah satu pendekatan pembelajaran untuk mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat karakter.

Dalam praktiknya, Pratama Widyalaya mengembangkan cerita rakyat Nusantara yang memuat nilai-nilai luhur. Melalui cerita, anak tidak hanya diajak memahami pesan moral, tetapi juga diperkenalkan pada nilai kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, persahabatan, serta sikap menghargai lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan bercerita ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas hiburan, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan sarana menanamkan karakter sejak usia dini.

Harlin berharap prestasi yang diraih Yunanda dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru di Pratama Widyalaya untuk terus mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran.

“Kami berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan mampu membentuk karakter anak sejak dini,” pungkas Harlin

Kontributor : Josefina Eldorin Liberty Beribe


Berita Daerah LAINNYA