Medan (Bimas Hindu) - Gerakan menjaga lingkungan mendapat ruang dalam kehidupan keagamaan umat Hindu di Kota Medan. Melalui Green Dharma, Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Elirosa Tarigan, bersama jajaran staf Bimas Hindu melakukan gotong royong membersihkan Sri Mariamman Kuil Teratai Pasiran, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan rumah ibadah dan area sekitarnya. Selain menciptakan kawasan yang lebih bersih dan tertata, aksi tersebut menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai ekoteologi ke dalam tindakan sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Green Dharma menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari pengamalan nilai keagamaan. Dalam perspektif Hindu, manusia tidak berdiri terpisah dari lingkungan, melainkan memiliki hubungan yang saling berkaitan dengan alam dan Tuhan. Karena itu, menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Elirosa mengatakan gerakan tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai gagasan.
“Green Dharma mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari pengamalan Dharma. Gerakan ini tidak cukup menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari rumah ibadah dan lingkungan sekitar,” ujar Elirosa.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis umat. Lingkungan yang bersih dan terawat tidak hanya mendukung kenyamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi contoh penerapan budaya hidup bersih dan peduli terhadap alam.
Aksi gotong royong berlangsung dalam suasana kebersamaan. Jajaran Bimas Hindu membersihkan sejumlah bagian lingkungan kuil sekaligus melakukan penataan agar kawasan tersebut lebih nyaman digunakan umat.
Bagi Elirosa, gerakan semacam itu memiliki nilai lebih ketika dilakukan secara konsisten. Kebiasaan menjaga lingkungan yang dimulai dari tempat ibadah dapat diteruskan ke lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga ruang publik.
Karena itu, Green Dharma diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan sesaat. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap alam dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.
Kegiatan di Sri Mariamman Kuil Teratai Pasiran sekaligus menunjukkan bahwa nilai keagamaan dapat hadir dalam persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari tindakan sederhana seperti membersihkan tempat ibadah, tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan secara lebih luas.
Melalui gerakan Green Dharma, Bimas Hindu Sumatera Utara terus mendorong agar nilai ekoteologi dapat diterapkan dalam kehidupan umat. Merawat lingkungan bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.
Kontributor : I Made Juni Saputra