Klaten (Bimas Hindu) Hari Suci Tilem tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan persembahyangan, tetapi juga ruang bagi umat Hindu untuk berhenti sejenak dari kesibukan, melakukan introspeksi, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Hyang Widhi Wasa. Pesan tersebut mengemuka dalam pendampingan umat Hindu di Pura Marga Loka, Dukuh Kemuning, Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Rabu (12/8/2026).
Belasan umat Hindu setempat mengikuti persembahyangan Tilem dalam suasana khidmat dan penuh kedamaian. Pelaksanaan persembahyangan menjadi momentum rehat spiritual di tengah rutinitas sekaligus sarana untuk menjernihkan pikiran dan menyucikan batin.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kabupaten Klaten menghadirkan pelayanan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat melalui program “Kemenag Berdampak”. Pendampingan terlaksana melalui sinergi antara Pemangku Pura Marga Loka, Suyana, Penyuluh Agama Hindu, dan umat Hindu di wilayah Karangdowo.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Klaten, Agus Pamungkas, memberikan pembekalan dan pendampingan kepada umat. Agus menekankan bahwa Hari Suci Tilem semestinya tidak berhenti pada pelaksanaan ritual, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dan memperkuat ketahanan mental.
“Tilem bukan sekadar ritual rutinitas bulanan, melainkan momen penting untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keduniawian guna mengevaluasi diri dan menyucikan pikiran,” ujar Agus.
Menurut Agus, penyegaran rohani yang dilakukan secara berkala tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan pribadi, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan lingkungan sosial. Ketika kehidupan batin semakin tertata, nilai-nilai spiritual diharapkan tercermin dalam cara umat berkomunikasi dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika batin kita bersih dan sradha bhakti kita kuat, kedamaian itu tidak hanya kita rasakan secara personal, tetapi juga terpancar dalam tutur kata dan tindakan kita sehari-hari di tengah masyarakat,” pungkas Agus.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi umat Hindu di Kabupaten Klaten. Kemenag Klaten berharap penguatan kehidupan spiritual dapat terus berkembang, khususnya di Kecamatan Karangdowo, sehingga turut membangun keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: Agus Pamungkas