Harmoni di Atas Gelombang: "Kemenag On The Boat" Edukasi Etika Wisata Religi ke Nusa Penida

Program "Kemenag On The Boat"

Klungkung (BIMAS HINDU) – Inovasi layanan publik kini tidak lagi terbentur oleh jarak dan waktu. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung membuktikan hal tersebut melalui program "Kemenag On The Boat", sebuah terobosan layanan edukasi keagamaan yang dilakukan langsung di atas kapal penyeberangan rute Kusamba-Nusa Penida, Senin (13/7/2026).

Di atas kapal Gangga Express, para penyuluh agama Hindu tidak sekadar menjadi penumpang. Mereka memanfaatkan waktu pelayaran untuk menyapa, berbagi penguatan rohani, hingga membuka ruang konsultasi bagi para penumpang, baik warga lokal maupun wisatawan yang hendak menuju Nusa Penida. Pendekatan yang santai dan dialogis ini mengubah suasana kapal menjadi ruang belajar yang hangat.

Salah satu fokus utama dalam edukasi ini adalah penguatan etika berwisata religi. Mengingat Nusa Penida merupakan kawasan dengan banyak pura sakral, para penyuluh memberikan edukasi mendalam mengenai nilai Tri Hita Karana serta panduan etika (do and don't) yang harus dipatuhi saat memasuki area tempat suci.

"Selama berlayar, kami memberikan materi yang ringan namun bermakna. Penumpang tidak hanya mendapatkan penguatan rohani, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana menjaga kesucian tempat ibadah dan menghormati adat istiadat setempat. Kami ingin setiap pengunjung membawa kedamaian dan sikap saling menghargai saat menginjakkan kaki di Nusa Penida," ujar Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Cahyadi.

Kehadiran penyuluh di tengah perjalanan ini disambut antusias oleh masyarakat. Program ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara Kementerian Agama dengan publik, melampaui batas ruang kantor formal. Bagi Kemenag Klungkung, karakteristik geografis kepulauan menuntut pelayanan yang lebih adaptif dan jemput bola.

Inovasi "Kemenag On The Boat" selaras dengan semangat Asta Protas Kemenag, khususnya dalam mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak nyata, mudah diakses, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya sekadar memberikan informasi, program ini turut mengampanyekan moderasi beragama dan penguatan kerukunan di ruang-ruang publik.

Melalui pendekatan ini, pesan-pesan toleransi dan etika keagamaan diharapkan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas. Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan tetap dapat dilakukan secara inklusif dan kreatif, menjadikan setiap perjalanan sebagai peluang untuk menebar nilai-nilai kebajikan bagi sesama.


Berita Daerah LAINNYA