HUT ke-27 PSN Jadi Momentum Penguatan Dharma dan Perlindungan Sosial Pinandita

BPJS Ketenagakerjaan bersama Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Lampung Tengah sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 PSN

Lampung Tengah (BIMAS HINDU) — BPJS Ketenagakerjaan bersama Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Lampung Tengah sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 PSN yang dirangkai dengan sosialisasi perluasan kepesertaan dan pembayaran iuran tahun 2026, di Moon Bee Resto dan Cafe, Bandar Jaya, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran BPJS Ketenagakerjaan, Ketua PSN Korda Lampung Tengah, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lampung Tengah, Ketua PHDI Kecamatan, serta seluruh Koordinator Lapangan (Korlap) kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi para pinandita dan pengurus PSN melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Dalam paparannya, pihak BPJS Ketenagakerjaan menekankan pentingnya perlindungan sosial melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), khususnya bagi profesi kepemangkuan yang memiliki mobilitas tinggi dalam pelayanan keagamaan.

Selain sosialisasi manfaat program, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan tertib administrasi pembayaran iuran tahun 2026. BPJS Ketenagakerjaan memberikan edukasi terkait mekanisme kepesertaan, sistem pembayaran, hingga prosedur klaim guna memastikan keberlangsungan perlindungan bagi seluruh peserta.

Ketua PHDI Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara PSN dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sosial bagi umat Hindu, khususnya para pinandita. Menurutnya, dukungan aktif para Korlap kecamatan sangat penting dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan kelembagaan keagamaan dan komunitas Hindu di Lampung Tengah.

Sementara itu, Ketua PSN Korda Lampung Tengah, I Made Artadana, S.Pd., menegaskan bahwa pengabdian para pinandita kepada umat dan negara perlu diimbangi dengan jaminan perlindungan sosial yang memadai.

“Selama 27 tahun ini, profesi pinandita atau pemangku merupakan wujud pengabdian tulus kepada umat dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Namun dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan yang penuh mobilitas, tentu terdapat risiko sosial dan kecelakaan kerja. Karena itu, melalui momentum HUT ke-27 ini, kami berharap seluruh pinandita memperoleh perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia juga berharap PSN ke depan semakin solid dan terus berkontribusi dalam membangun umat, bangsa, dan negara berdasarkan nilai-nilai Dharma, sejalan dengan tema HUT PSN ke-27, “Bersatu Dalam Dharma, Berkarya Untuk Nusantara.”

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara BPJS Ketenagakerjaan dan para Korlap kecamatan terkait kepesertaan, pembayaran iuran, serta mekanisme klaim manfaat program. Perayaan kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian PSN selama 27 tahun.


Berita Daerah LAINNYA