Karangasem (Bimas Hindu) – Ribuan umat Hindu memadati kawasan suci Pura Gelap Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, untuk mengikuti Puncak Karya Aci Pengenteg Jagat yang digelar bertepatan dengan Purnama Karo, Rabu (29/7/2026). Selain menjadi puncak rangkaian upacara yadnya, momentum sakral tersebut juga memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan umat dalam memohon kerahayuan jagat serta keharmonisan kehidupan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, bersama Kepala Seksi Urusan Agama Hindu serta jajaran Penyuluh Agama Hindu turut hadir mengikuti persembahyangan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan sekaligus penguatan pelayanan keagamaan yang hadir di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam puncak karya tersebut Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung. Pelaksanaan Aci Pengenteg Jagat yang rutin digelar setiap Purnama Karo menjadi momentum spiritual untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, serta keseimbangan alam semesta.
Bupati Klungkung, I Made Satria, mengatakan bahwa pelaksanaan Aci Pengenteg Jagat memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
"Puncak Karya Aci Pengenteg Jagat bukan hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong. Melalui persembahyangan ini, kita memohon kerahayuan jagat agar masyarakat senantiasa dianugerahi keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam menjalankan kehidupan," ujarnya.
Keikutsertaan Kementerian Agama Kabupaten Klungkung tidak hanya berlangsung pada puncak karya. Sejak awal rangkaian upacara, jajaran penyuluh agama dan aparatur sipil negara telah terlibat aktif dalam berbagai bentuk ngayah, mulai dari prosesi Nedunang Ida Bhatara pada Soma Kliwon Krulut (27/7/2026), Mapepada pada Anggara Umanis Krulut (28/7/2026), hingga persembahyangan pada Puncak Karya Aci Pengenteg Jagat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, menegaskan bahwa kehadiran jajaran Kementerian Agama dalam setiap tahapan karya merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang diwujudkan melalui keterlibatan langsung bersama umat.
"Pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui pembinaan di ruang-ruang formal. Hadir bersama umat, ikut ngayah, dan menyatu dalam setiap rangkaian karya merupakan bentuk pengabdian yang memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian tradisi keagamaan Hindu," katanya.
Rangkaian Puncak Karya Aci Pengenteg Jagat masih akan berlanjut hingga prosesi Penyineban pada Saniscara Kliwon Krulut (1/8/2026). Bagi jajaran Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, setiap tahapan karya bukan sekadar rangkaian seremoni keagamaan, melainkan ruang untuk hadir, melayani, dan membangun kedekatan dengan umat. Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan karya menjadi cerminan bahwa nilai-nilai pengabdian, gotong royong, dan bhakti tetap hidup serta menjadi kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi Hindu di tengah dinamika kehidupan masyarakat.