Ketuhanan dalam Aksara, Penyuluh Bangli Ajak Warga Binaan Menemukan Kesadaran melalui AUM

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli memberikan pembinaan spiritual melalui materi Ketuhanan dalam Aksara dan praktik kultivasi AUM kepada warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli.

Bangli (Bimas Hindu) Pembinaan keagamaan bagi warga binaan tidak selalu berhenti pada penyampaian materi. Melalui Program Ruang Pulih, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli mengajak warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli memahami nilai ketuhanan sekaligus mengolah kesadaran diri melalui materi “Ketuhanan dalam Aksara” dan praktik kultivasi AUM.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini, memberikan bimbingan keagamaan kepada kelompok binaan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang diarahkan untuk membantu peserta menjalani proses pembinaan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Dalam sesi tersebut, materi “Ketuhanan dalam Aksara” menjadi pintu masuk untuk mengajak warga binaan melihat hubungan antara nilai-nilai ketuhanan dalam ajaran Hindu dengan aksara sebagai simbol sekaligus sarana penghayatan spiritual.

Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan praktik kultivasi AUM. Melalui pengucapan pranawa OM, warga binaan diajak mengenali dimensi kesadaran sekaligus melatih ketenangan, konsentrasi, dan pengendalian diri.

“Melalui materi Ketuhanan dalam Aksara dan praktik kultivasi AUM, kami berharap warga binaan dapat semakin memahami nilai-nilai spiritual, membangun kesadaran diri, serta menemukan ketenangan dalam menjalani proses pembinaan,” ujar I Wayan Sudarma, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli.

Sebanyak 92 warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan antusias. Pembinaan melalui Program Ruang Pulih diarahkan tidak hanya untuk memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk membangun kesadaran diri sebagai bagian dari persiapan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Ni Wayan Wiraswastini menilai penguatan spiritual merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang perlu dilakukan secara berkesinambungan.

“Pembinaan keagamaan perlu dilakukan secara berkesinambungan agar warga binaan dapat mengembangkan ketenangan batin, pengendalian diri, dan sikap positif sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ungkap Wiraswastini.

Melalui pendekatan tersebut, Program Ruang Pulih menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang mendorong warga binaan mengenali diri, menumbuhkan ketenangan, dan mengembangkan pengendalian diri.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Bangli dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan.

Kontributor : I Made Sudiana


Berita Daerah LAINNYA