Momentum Hari Anak Nasional, Bimbingan Masyarakat Hindu Sulawesi Selatan Hadirkan Pendidikan Ramah Anak di Makassar

Kegiatan simakrama bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

MAKASSAR (BIMAS HINDU) – Masa kanak-kanak adalah lembaran putih tempat tinta emas peradaban dan nilai-nilai keluhuran budi pekerti pertama kali ditorehkan. Mengusung kesadaran filosofis untuk melindungi, menyayangi, dan memastikan tumbuh kembang tunas bangsa secara optimal, jajaran Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan simakrama bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan penuh kehangatan ini dipusatkan di Pratama Widyalaya Dharma Widya Makassar pada Kamis (23/07/2026).

Kunjungan kasih yang menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan Hindu sejak usia dini ini dipimpin langsung oleh Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut disambut dengan penuh keakraban oleh Ketua Yayasan Sadhana Provinsi Sulawesi Selatan, Nyoman Pujawan, Kepala Pratama Widyalaya Dharma Widya, Ni Wayan Rinianti, beserta segenap dewan guru dan para peserta didik yang tampak antusias.

Di sela-sela interaksi yang hangat di ruang kelas, I Gusti Ayu Uik Astuti menyapa langsung anak-anak dan menitipkan pesan moral mengenai pentingnya peran lingkungan dalam memberikan rasa aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

"Masa kecil tidak akan terulang lagi. Anak-anak berhak merasakan keramahan, cinta kasih, dan perlindungan, baik di lingkungan rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat luas. Ketika kita memberikan rasa aman dan kasih sayang kepada mereka hari ini, sesungguhnya kita sedang menanamkan benih kedamaian yang kelak akan tumbuh menjadi pohon kebijaksanaan. Pendidikan yang mengedepankan kelembutan adalah fondasi utama bagi pembentukan mental dan spiritual anak-anak kita," pesan mendalam I Gusti Ayu Uik Astuti di hadapan para pendidik.

Menyambut baik niat mulia tersebut, Ketua Yayasan Sadhana Provinsi Sulawesi Selatan, Nyoman Pujawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian berkelanjutan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan terhadap eksistensi lembaga pendidikan keagamaan.

"Kehadiran Ibu Pembimbing Masyarakat Hindu beserta jajaran pada perayaan Hari Anak Nasional ini menjadi motivasi spiritual tersendiri bagi anak-anak dan seluruh tenaga pendidik. Sinergi yang harmonis antara pihak yayasan, sekolah, dan Kementerian Agama adalah kunci utama sekaligus landasan kokoh kita dalam mencetak generasi penerus yang cerdas secara intelektual dan memiliki karakter luhur dalam pengamalan Dharma," ungkap Nyoman Pujawan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pratama Widyalaya Dharma Widya, Ni Wayan Rinianti, turut mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas dukungan moral yang diberikan.

"Kami sangat bersyukur atas kunjungan Ibu Pembimbing Masyarakat Hindu ke institusi kami. Kehadiran beliau tidak hanya membawa keceriaan luar biasa bagi anak-anak yang merasa diperhatikan, tetapi juga memacu semangat pengabdian kami para guru. Momentum ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berdedikasi memberikan pelayanan pendidikan dasar yang ramah, inklusif, bermutu tinggi, dan senantiasa berlandaskan pada ajaran suci agama," tuturnya.

Melalui perayaan Hari Anak Nasional dan jalinan sinergi lintas kelembagaan ini, diharapkan kualitas lembaga pendidikan keagamaan Hindu di Provinsi Sulawesi Selatan dapat terus meningkat pesat. Langkah strategis ini senapas dengan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah anak, berkeadilan, serta memberikan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan umat di masa depan.


Berita Daerah LAINNYA