Kabanjahe (Bimas Hindu) – Warga binaan beragama Hindu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengikuti pembinaan keagamaan yang difokuskan pada penguatan mental, spiritual, dan pembentukan karakter, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dipandu Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karo, Dinis Ketaren, bersama Staf Urusan Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Desopian Tarigan.
Kehadiran Desopian Tarigan merupakan bagian dari penugasan resmi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara untuk memastikan layanan pembinaan keagamaan tetap menjangkau warga binaan yang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Dalam sesi pembinaan, warga binaan diajak memahami kembali nilai-nilai Dharma sebagai pedoman dalam membangun kesadaran diri, memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
"Pembinaan keagamaan merupakan ikhtiar membangun kesadaran spiritual dan moral. Kami berharap warga binaan mampu memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan," ujar Dinis Ketaren.
Desopian Tarigan mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan negara dalam memenuhi hak setiap warga negara untuk memperoleh pembinaan sesuai agama dan keyakinannya.
"Kami hadir membawa amanah Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara untuk memastikan pembinaan keagamaan bagi warga binaan tetap berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat," katanya.
Secara terpisah, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Elirosa Tarigan, menilai pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembentukan karakter warga binaan.
"Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan penguatan mental, spiritual, dan moral bagi warga binaan untuk menjadi insan yang lebih baik serta siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat," ujarnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan pembinaan tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesiapan mental dan moral warga binaan selama menjalani masa pidana.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karo atas perhatian yang diberikan. Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan sehingga mereka memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat," tuturnya.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mengikuti pembinaan, warga binaan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai pengalaman spiritual dan berbagai tantangan yang mereka hadapi selama menjalani masa pembinaan.
"Kami merasa sangat bersyukur atas pembinaan ini. Kehadiran para pembina memberikan semangat, ketenangan batin, dan motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri serta menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat," ungkap salah seorang warga binaan.
Pembinaan berlangsung dalam suasana dialogis yang memberi ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pengalaman, pertanyaan, dan refleksi selama menjalani masa pembinaan. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.